SORONG-Dalam rangka membahas dan mengkoordinasikan segala sesuatu aspek keamanan di bandara, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong menggelar Rapat Komite Keamanan Bandar Udara ke II tahun 2023 di salah satu hotel di Kampung Baru Kota Sorong, Selasa (24/10).
Kegiatan tersebut sebagai sarana koordinasi dan komunikasi masalah-masalah yang terkait dengan keamanan dan keselamatan. Selain itu, agar anggota komite dapat memahami dan meningkatkan kesiapan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai Anggota Komite dalam menghadapi keadaan darurat yang mengancam di Bandar Udara DEO Sorong.
Kepala Seksi Keamanan Penerbangan Bandara DEO Sorong, Omardani Setyo Nugroho mengatakan bahwa rapat Komite Keamanan Bandar Udara untuk melatih atau Table Top yaitu terkait dengan latihan penanggulangan keadaan darurat di Bandar Udara.
“Rapat ini dilaksanakan dengan tujuan agar kami para anggota komite keamanan Bandar Udara, memahami terkait fungsi masing-masing peran dari tiap-tiap anggota,” katanya.
“Jadi mereka akan memahami apa dan perbuat apa di dalam keanggotaan ini. Untuk kegiatan ini kita wajib melakukan minimal 4 kali dalam setahun, kemudian untuk yang skala kecil satu kali dan untuk yang latihan secara skala besar itu 2 tahun sekali,” sambungnya.
Dijelaskan bahwa Untuk kali ini pihaknya akan belajar untuk berkoordinasi terkait dengan latihan adanya demonstrasi massa di bandara. Nantinya ada simulasi penyusup yang menyandera salah satu paslon terpilih yang ada di Sorong.
“Karena ini skenarionya ada di depan terminal untuk penerbangan tidak terganggu. Rencananya nanti simulasinya dapat kita taklukan atau kendalikan,” katanya.
Omardani menambahkan bahwa yang dilibatkan pada kegiatan tersebut dari Otoritas Bandar Udara selaku pembina, Polresta Sorong, dari pihak TNI, dan dari tenan yang ada di Terminal Bandara.”Karena nantinya yang berdampak langsung dengan kejadian ini. Juga dari instansi yang lain dari Rumah Sakit Pertamina,” pungkasnya.
Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IX Manokwari, Sigit Pramono menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun.
“Jadi jangan berpikir ini ada event khusus, sehingga diperlukan harus kita lakukan ini,” katanya.
Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan agar semua yang ada di dalam Bandar Udara harus terlibat.
“Harus tahu, kalau ada skenario demo maka mereka harus. Ini adalah salah satu amanah yang diwajibkan dalam peraturan keamanan penerbangan. Jadi tidak terputus, tenan dan taksi. Semua harus terlibat untuk menjaga keamanan di Bandar Udara,” tegasnya.
Ia menambahkan dalam waktu dekat untuk temanya Pilkada. Tapi nanti ada tema-tema yang lain yang setiap tahun akan berubah, tergantung dari kondisi sosial yang ada sekarang.
“Kami selaku pembina mengapresiasi kegiatan ini, mudah-mudahan konsisten. Jadi teman-teman yang hadir disini, jangan sampai latihan lain, main lain nanti,” tegasnya.
“Jadi nanti di sini satu komando dari Polres, yang lain juga akan mengikuti arahan itu. Nantinya akan kita implementasikan di lapangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Plh.Kabagops IPTU Afriangga menyampaikan untuk pengamanan penyampaian di depan umum sesuai yang diatur dalam Perkap nomor 7 tahun 2012 untuk scannernya sesuaikan bahwa sebenarnya pelaksanaan demo itu di depan bandara atau di bandara sendiri dilarang.
“Hanya saja yang saya sampaikan tadi dari masyarakat atau dari setiap orang di negara Republik Indonesia ini bebas untuk menyampaikan pendapat. Karena ini objek vital, jadi kita nggak bisa bilang harus sama kayak seperti biasanya,” katanya.
“Otomatis hal-hal yang harus kita antisipasi seperti pasukan huru-hara, kita tempatkan biasanya hanya standby. Untuk mengantisipasi hal-hal keributan atau anarkis yang nanti terjadi, pada pelaksanaan demo,” pungkasnya.(zia)














