SORONG-Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Hermanus Kalasuat kepada Radar Sorong beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Imunisasi merupakan upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.
Kemudian pada bulan Mei 2022, Dinas Kesehatan Kota Sorong telah melakukan Pencanangan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di TK Agnes.
“Imunisasi dilakukan dalam rangka melengkapi status imunisasi bagi anak-anak Kita di usia 9 bulan sampai dengan usia 12 tahun. Kemudian 1 tahun sampai dengan 5 tahun. Nah, maka pada anak-anak kita serentak untuk yang usia 9 bulan-12 tahun untuk imunisasi campak rubella. Kemudian 1 tahun sampai dengan 5 tahun untuk melengkapi status imunisasi,” sambungnya.
Lanjutnya bahwa pelaksanaan imunisasi dilakukan selama 2 bulan yakni dari bulan Mei sampai dengan dengan bulan Juni 2022 untuk wilayah timur yakni Papua dan Papua Barat termasuk Kota Sorong.
“Kami sudah melakukan pencanangan di TK Agnes pada tanggal 18 Mei 2022,” ujarnya.
Hermanus menyebutkan bahwa Imunisasi dilakukan pada anak-anak, berusia mulai dari 0-9 bulan, kemudian 9 bulan sampai 12 tahun melalui program BIAN ini. Serta untuk melengkapi status imunisasi yakni dari usia 1 tahun sampai dengan 5 tahun.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, yakni orang tua agar memperhatikan anak-anak untuk dibawa imunisasi sesuai umur yang tadi, supaya melengkapi status imunisasi kita di Provinsi Papua Barat khususnya kita yang ada di Kota Sorong. Karena kita harus kejar target kita kurang lebih di atas 80%. Hal ini dilakukan untuk mencegah kelonjakan kasus di antigen tertentu misalnya difteri, pertusis, tetanus, termasuk Hepatitis Akut yang sekarang ini dihadapi,” tegasnya.
Imunisasi dasar lengkap bisa membantu meningkatkan perlindungan terhadap Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap sangat rentan terhadap beberapa penyakit yang bisa dicegah.
Sehingga dibutuhkan kolaborasi semua pihak baik dari orang tua atau keluarga, pemerintah, dan fasilitas kesehatan setempat.
“Kami mengimbau kepada orang tua agar menjaga anak-anak untuk tidak jajan sembarangan di luar rumah serta menjaga higienis makanan dan minuman. Karena Hepatitis bagian dari imunisasi juga,” pungkasnya.(zia)















