Bupati Maybrat Pastikan Kisor Raya Aman Terkendali
MANOKWARI – Kepolisian Resort Sorong Selatan bersama tim berhasil membekuk satu orang terduga pelaku penyerangan dan penembakan anggota TNI di Posramil Kisor Kabupaten Maybrat berinisial AM alias Bram yang menewaskan empat prajurit TNI pada September 2021 lalu.
Kapolda Papua Barat melalui Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Pol. Adam Erwindi mengatakan, tertangkapnya AM berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima Polda Papua Barat yang kemudian diolah oleh Kapolres Sorsel beserta tim. “Penangkapan dipimpin langsung Kapolres Sorong Selatan, AKBP. Choirudin Wahid di tempat persembunyiannya di SP-5 Distrik Masni,” jelas Kombes Adam Erwindi kepada wartawan, Rabu (16/3).
Erwindi menjelaskan, AM tidak termasuk dalam 11 DPO yang telah disebarkan kepolisian. “Setelah dilakukan pengembangan muncul beberapa nama, salah satunya AM,” ucapnya. Ia mengatakan, peran AM ikut terlibat dalam penyerangan dan penembakan anggota TNI di Posramil Kisor. “Dia (AM) termasuk kelompok simpatisan KNPB Militan yang bergerak di lapangan,” kata Adam Erwindi.
Sementara itu, Bupati Maybrat, Dr. Drs. Bernard Sagrim,MM memastikan stabilitas keamanan di Kampung Kisor Distrik Aifat Selatan dan sekitarnya telah aman, aksebilitas barang dan manusia yang hendak dari dan atau tujuan wilayah Kisor telah berjalan normal. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Maybrat saat launching pengaktifan kembali aktifitas belajar dan mengajar di SD Kisor, kemarin.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maybrat, Korneles Kambu,S.Sos,M.Si, Bupati Maybrat di momen tersebut menyerahkan SK kepada enam guru kontrak yang mengajar di SD Kisor, dan juga membagikan sembako kepada warga masyarakat yang terdampak tragedi 2 September 2021.

Bupati Maybrat memastikan dengan normalnya aktifitas pemerintahan distrik, puskesmas, sekolah dan aktifitas pemerintahan kampung, maka tidak boleh ada lagi kelompok-kelompok tertentu yang sengaja memperkeruh dengan menyebarkan berita hoaks yang membuat aktifitas masyarakat terganggu.
“Aktifitas masyarakat kita sudah normal, menyekolahkan anak-anak mereka, karena mendidik, mencerdaskan anak-anak kita generasi penerus pembangunan di Maybrat ini sangat penting. Begitupun pelayanan lain, baik di distrik, puskesmas, kampung-kampung juga sudah normal,” kata Bernard Sagrim sembari mengharapkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang selama ini menebar ancaman teror dan sebagainnya sebaiknya menyerahkan diri, diproses hukum, bertobat lalu kembali menjalankan aktifitas normal sebagaimana masyarakat keluarga mereka lainnya.
Ditambahkan, kehadiran dirinya bersama rombongan di tengah masyarakat pascaeksodus dan kembali ke kampung halaman di Kisor Raya, bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman sekaligus menegaskan bahwa pemerintah ada untuk mereka karena mereka adalah kita. “Kita hadir di tengah-tengah mereka bertujuan untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada mereka karena kita ada untuk mereka dan mereka adalah kita,” tegas Bernard Sagrim. (bw/ris)












