AIMAS – Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si bersama Panglima Koarmada III dan Wakapolda Papua Barat memimpin penanaman 1000 bibit pohon cabai, sebagai gerakan nasional pengendalian inflasi pangan, Jumat (21/10).
Pemerintah Kabupaten Sorong, dalam hal ini Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, menyiapkan lahan seluar 3.000 m² untuk kegiatan tersebut. Pada tahap awal, penanaman dilakukan pada bidang lahan seluas 500 m² dan akan digarap bertahap pada 2.500 m² lahan sisanya.
Gubernur Paulus Waterpauw mengatakan bahwa penanaman cabai di Kabupaten Sorong tersebut sebagai tanda Papua Barat memulai gerakan nasional pengendalian inflasi pangan sesuai dengan instruksi Presiden.
Waterpauw mengajak seluruh bupati dan wali kota untuk memulai gerakan nasional pengendalian inflasi pangan di daerah masing-masing dengan memanfaatkan lahan tidur.
“Ajak juga masyarakat yang punya lahan namun tidak dimanfaatkan untuk memulai menanam tanaman pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional dalam menghadapi resesi ekonomi mendatang,” imbau Waterpauw.
Gubernur menyampaikan bahwa konflik berkepanjangan Ukraina dan Rusia mempengaruhi perekonomian dunia banyak negara mengalami inflasi yang tinggi dan kesulitan di bidang ekonomi.
Ada pula negara yang saat ini terancam tidak dapat bertahan karena mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat karena beban utang negara.
“Kita bersyukur di Indonesia masih aman sehingga Presiden mengharapkan kepada kita semua di daerah untuk kerja bersama memulai gerakan nasional pengendalian inflasi pangan sehingga dapat menghadapi krisis di kemudian hari,” kata Gubernur Waterpauw.
Ia menambahkan, bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat juga sudah menyiapkan lebih dari 30 hektar lahan di daerah Susweni untuk menindaklanjuti gerakan nasional pengendalian inflasi pangan di Manokwari.
“Lahan tersebut akan dibagi ukuran 25×25 untuk masing-masing OPD agar bisa turut berkontribusi dalam penanaman tersebut,” imbuhnya.
Adapun ratusan eks lahan sawit di SP 1 Prafi yang juga bisa dimanfaatkan untuk gerakan nasional pengendalian inflasi pangan. Rencananya lahan tersebut akan ditanami jenis tumbuhan palawija termasuk potensi pangan lokal seperti sagu, talas, atau petatas. (ayu)















