SORONG – Pria paruh baya berinisial MR (78) tergeletak tak bernyawa usai ditabrak oknum pengendara sepeda motor trail di Jalan A. Yani depan tempat pengisian air samping Bank Mandiri sekitar pukul 06.30 WIT, Jumat (29/4).
Kanit Laka Lantas Polres Sorong Kota, Ipda Aminuddin menjelaskan, sekitar pukul 06.30 WIT, pengendara sepeda motor jenis trail berboncengan 3 melaju dari arah Masjid Raya menuju Yohan. Sesampainya di depan pengisian air samping Bank Mandiri, menabrak seorang pria paruh baya berinisial MR (78) yang hendak menyebrang sehingga menyebabkan MR meninggal di tempat.
”MR dari arah tempat pengisian air mau menyebrang ke Bank Papua. Ketika menyebrang, MR sempat membiarkan mobil duluan, lalu berlari kecil untuk menyebrang, namun tiba-tiba ditabrak oleh sepeda motor trail yang tidak menggunakan nomor polisi,” jelas Ipda Aminuddin kepada Radar Sorong, kemarin
Usai menabrak MR sambung Kanit Laka, pengendara motor trail berbonceng 3 tersebut langsung melarikan diri ke arah Yohan. Hingga kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku penabrakan tersebut dengan mengumpulkan bukti dan pemeriksaan saksi hingga pengecekan CCTV di sekitar tempat kejadian perkara. ”Kami masih berupaya memastikan siapa pengendara motor tersebut,” tuturnya sembari menambahkan, (alm) MR diketahui bertempat tinggal di komplek pengisian air tangki samping Bank Mandiri.
Ipda Aminuddin mengimbau para pengendara motor umumnya dan khususnya trail, ketika berkendara memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain, dan kelengkapan kendaraannya dilengkapi. ”Kami dari pihak lalu lintas sudah melaksanakan swipping terus menerus guna mengimbau masyarakat agar ketika mengendarai sepeda motor dilengkapi TNKB dan gunakan helm guna melindung kepala pengendara maupun yang di bonceng dan mencegah hal-hal yang fatal,” imbuhnya.
Datangi Satlantas, Keluarga Korban Laka Harapkan Keadilan
Sementara itu, kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan Antonius W dan Thomas J meninggal dunia pada Sabtu (23/4) lalu, membuat keluarga korban yakni Agnes Isir,S.Sos,MSi yang merupakan ibu dari almarhum Antonius W, mengharapkan keadilan atas kejadian yang menimpa anaknya. ”Jadi kronologis Ade (anaknya) ada pulang dari Kampung Baru, dia ada baku ikut dengan teman Thomas Jitmau,” kata Agnes Isir kepada Radar Sorong, Jumat (29/4).
Lanjut dikatakannya, menurut saksi, mereka berdua ada berhadapan dengan 9 orang. Pada saat itu jam 3 subuh, masyarakat dari Kabupaten Sorong tujuan ke Kota Sorong yang jadi saksi, mereka tidak bisa lewat, karena melihat pada kondisi saat itu banyak orang. ”Mereka mau tolong 2 orang ini tidak bisa. Jadi hanya dari jarak jauh mereka melihat anak 2 ini diseret dan dibuang di pinggir jalan. Petugas mengatakan tabrak listrik, ternyata motor tidak cacat, tetap utuh. Jadi dari saya yang punya anak yang jadi korban, saya tidak puas, jadi saya menuntut agar masalah ini harus diusut tuntas,” jelasnya.
Sementara itu, Penyidik Satlantas Polres Sorong Kota Moch Asbar,SH yang ditemui Radar Sorong usai bertemu dengan keluarga korban mengatakan, bahwa Ini masalah kecelakaan lalulintas yang terjadi beberapa hari lalu, pada hari Sabtu (23/4) tepatnya di Jln Basuki Rahmat depan Latanza.
Dikatakannya bahwa memang ada 2 korban meninggal dunia, kalau menurut keluarga korban luka fatalitas yang dialami korban pada saat kecelakaan itu tidak wajar. ”Dan itu hal wajar yang dipertanyakan kepada kami. Tapi kami disini sebagai penyidik yang memeriksa saksi yang memberikan keterangan sesuai apa yang kita dapat dari pemeriksaan saksi-saksi yang ada, kalau menurut kami olah TKP dan keterangan saksi-saksi ini adalah murni laka tunggal,” tegasnya.
Namun demikian, dari keluarga korban belum menerima, sementara pihaknya telah memeriksa 2 saksi yang memang melihat langsung kejadian itu. Dimana kedua korban laka tunggal tersebut, bustek kanan kena pembatas jalan dan orangnya terbentur ke tiang listrik. ”Dan sesuai dengan olah TKP bahwa di tiang listrik masih ada bekas darahnya korban disitu, dan giginya ada disitu,” jelasnya.
Menurut Moch Asbar, pihaknya masih mencari data-data pembanding, data penyesuaian, dan visum, sesuai permintaan keluarga. ”Kami juga mengecek CCTV, murni dan telah menunjukkan kepada keluarga korban kalau benar itu laka tunggal. Sementara hasil visumnya dari pihak rumah sakit. Kemudian dari penuturan saksi saat kecelakaan itu terjadi jam 4 subuh, tapi kita dapat info sudah setengah 5 subuh. Jadi itu murni laka tunggal, sesuai dari keterangan saksi, bukti CCTV dan hasil olah TKP,” pungkasnya. (juh/zia)













