

AIMAS – Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP meresmikan Puskesmas Klaso di Kampung Sbaga. Kehadiran Puskesmas yang diperkirakan menelan anggaran senilai Rp 6,7 miliar tersebut diharapkan dapat menjangkau pelayanan kesehatan di Distrik Klaso yang letaknya berada di perbatasan antara Kabupaten Sorong dengan Kabupaten Tambrauw.
Pj Bupati Sorong mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Sorong telah menetapkan bahwa bidang kesehatan menjadi bagian dari program prioritas. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan layananan kesehatan bagi masyarakat hingga ke pelosok wilayah.
“Jadi hadirnya Puskesmas Klaso ini bagian dari bukti keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat,” ujar Pj Bupati, Moso.
Dia menyebutkan, pemerintah berupaya memastikan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima. Sehingga menjadi hal penting kehadiran satu unit Puskesmas di pedalaman, termasuk di Distrik Klaso.
“Karena Distrik Klaso merupakan salah satu distrik terjauh sehingga sangat penting dibangun sebuah Puskesmas permanen di wilayah itu guna memberikan akses layanan kesehatan yang memadai kepada masyarakat,” sambung Moso.
Pj Bupati juga meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk menempatkan petugas kesehatan yang benar-benar bertanggung jawab dan betah di tempat tugas untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Jangan sampai setelah kita resmikan, petugasnya tidak berada di tempat, ini perlu mendapatkan kepastian dari kepala dinas terkait,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, Ronney Kalesaran menjelaskan bahwa Puskesmas Klaso ini dibangun dengan anggaran APBD Kabupaten Sorong sebesar Rp 6,7 miliar sejak 2022.
“Gedung Puskesmas ini dibangun sejak tahun 2022 dan selesai tahun 2022 juga, Namun baru diresmikan pada 31 Mei 2023,” jelas Ronney.
Menurut Ronney, Puskesmas Klaso ini bukan merupakan bangunan baru melainkan bangunan lama yang ditingkatkan. Tentunya dengan desain modern dan kelengkapan fasilitas yang lebih memadai dari sebelumnya.
“Jadi puskesmas Klaso itu bukan merupakan puskesmas yang baru, tapi karena bangunan yang lama dianggap tidak layak dan kami mengusulkan untuk pemenuhan menjadi bangunan yang layak,” beber Ronney
Ronney menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Sorong telah menganggarkan untuk penyediaan fasilitas di dalam puskesmas pada anggaran perubahan 2023.
“Kita sudah anggarkan, jadi penyediaan fasilitas pendukung di dalam gedung puskesmas akan kita atur setelah anggaran keluar,” pungkasnya. (ayu)















