Gandeng Kementerian Perindustrian, Gelar Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Wira Usaha Baru Serentak di 6 Daerah di Papua Barat
SORONG – Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Papua Barat, Rico Sia, B.E, SE, M.Si tampaknya sangat konsen untuk menciptakan pengusaha-pengusaha baru di tanah Papua Barat.
Hal ini terbukti dari aspirasinya yang disampaikan kepada Kementerian Perindustrian khususnya pada Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, kemarin (18/4), sebanyak 80 peserta mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek ) bertajuk Penumbuhan dan Pengembangan Wira Usaha Baru Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Papua Barat.
Bukan hanya dari Kota dan Kabupaten Sorong, Kegiatan Bimtek yang digelar 18-22 April 2022 di Hotel Vega ini berlangsung serentak yang juga diikuti peserta dari Kabupaten Maybrat, Sorong Selatan, Tambrauw dan Kabupaten Raja Ampat. Untuk peserta dari luar Kota dan Kabupaten Sorong,mengikutinya secara virtual.

Ditandai dengan pemukulan tifa, Bimtek dibuka oleh Anggota DPR RI Rico Sia dan Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Ir Dini Hanggandari, M.Si yang diwakili Koordinator Bidang IKM Alat Angkut Dr Irvan Kuswardana, ST MM.
Dalam sambutannya, Rico Sia mengatakan pemerintah perlu menaruh perhatian serius terhadap peningkatan peran IKM di sektor pembangunan. Bagaimana membangkitkan para usahawan agar mereka bisa meningkatkan usaha produksinya, menurut Rico Sia, pemerintah semestinya menyisihkan sebagian anggaran untuk membelanjakan anggarannya pada sektor IKM.

Dengan produksinya dibeli oleh pemerintah, tentunya akan lebih memacu para usahawan baru untuk lebih meningkatkan produksinya sehingga nantinya akan tercipta produk unggul yang bisa menjadi icon daerah. Selanjutnya dalam pemasaranya, tidak perlu beli produk jauh-jauh dari daerah lain, bisa saling subsitutusi, melengkapi kebutuhan produksi antar wilayah di Tanah Papua Barat.

“Hasil-hasil produksi itu bisa disilangkan antara satu daerah dengan daerah lainnya,”ujar Rico Sia, wakil rakyat dari Partai Nasdem.
Dikesempatan tersebut, Rico Sia pun menggambarkan bagaimana produk negara China dulunya dikenal sebagai produk murahan, tidak berkualitas. Namun setelah pemerintah China turun tangan membangkitkan usaha produksi rakyatnya, kini produk China sudah bergengsi bahkan telah mendunia. Bahwa pemasaran suatu produk akan sangat menjanjikan jika mendapat dukungan dari pemerintah setempat.

“Harapan kita adalah pemerintah sebagai perpanjangan tangan, mencerdaskan, mensejahterakan rakyta, mereka perlu membeli produk-produk dalam negeri, produk-produk UMKM di wilayah mereka, bila perlu pemerintah membantu untk menjual ke daerah lain. Jadi disubstitusi dengan wilayah lain, sehingga diantara produksi Papua Barat itu tidak kemana-mana lagi. Misalnya usaha produksi dari Kota Sorong dibeli oleh Sorong selatan, dari Sorsel dibeli oleh Kabupaten Raja Ampat dan seterusnya,”urai Rico Sia.
Sementara itu, dalam sambutanya, Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut , Dini Hanggandari mengatakan, pasca masa pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia berangsur pulih dan pereknomian nasional tumbuh 3, 69 % di tahun 2021. Pertumbuhan tersebut diantaranta didukung oleh kinerja sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi dan pertambangan.

Guna mendorong peningkatan daya saing produk, para Wirasa Usaha Baru (WUB) IKM tentunya akan terus berupaya dalam meningkatkan kreativitas dan inovasinya.
“Salah satunya dilakukan melalui penguatan ketrampilan teknis Sumber Daya Manusia (SDM),”tandas Dini Hanggandari yang menyampaikan sambutannya secara virtual.
Pembinaan WUB IKM di Provinsi Papua Barat tentunya membutuhkan waktu agar terarah dan berkelanjutan. Karena itu, Ia pun berharap pemerintah daerah dapat mendukung terwujudnya sinergi pembinaan tersebut.
Pembukaan Bimtek Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru yang berlangsung serentak di 6 daerah di Papua Barat ini turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sorong, Marten L Pajala, S.TP M.Si, Kepala Dinas Perindustrian Bina Sarana dan Prasarana Kota Sorong yang diwakili Kabid Duma Patandungan, ST dan sejumlah pejabat lainnya.(ros)















