AIMAS – Untuk melancarkan tujuan utama Econusa Foundation dalam membangun kemandirian masyarakat, LSM yang berkecimpung di dunia lingkungan tersebut berencana membangun gudang di Kabupaten Sorong. Hal tersebut diungkapkan Founder & CEO Econusa Foundation, Bustar Maitar, dalam rapat koordinasi bersama pemerintah Kabupaten Sorong, Rabu (12/1).
Dijelaskan Bustar, gudang tersebut nantinya akan digunakan untuk menampung hasil-hasil apapun milik masyarakat. Rencana itu diharapkan bukan hanya hanya hasil bantuan, melainkan hasil yang punya nilai ekonomi.
Misalnya saja, saat ini Bustar Maitar tengah konsen berdiskusi dengan tokoh pemuda Papua, Tory Kalami (yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Sorong) untuk membicarakan masalah tersebut. Dikatakan Bustar, dari diskusi tersebut Econusa Foundation sudah memiliki gambaran untuk membangun sebuah pabrik pengolahan tepung keladi di Kampung Mibi.
“Kami sedang diakusi membangun pabrik pengolahan tepung keladi. Karena keladi sebagai salah satu hasil bumi disana, dan masyarakat juga sudah familiar. Apalagi potensinya juga sangat melimpah di sana,” ujar Bustar.
Bukan tanpa alasan, rencana tersebut juga lahir atas adanya demand atau permintaan. Dimana ada seorang rekannya di Amerika yang tertarik dengan tepung keladi dan meminta pengiriman produk tersebut ke negaranya.
“Kebetulan ada teman yang tertarik meminta tepung keladi untuk diekspor ke Amerika, makanya ini jadi peluang. Saya lihat masyarakat juga sangat ingin, sehingga perlu kami mendukung,” ungkapnya.
Bukan hanya keladi, lanjut Bustar, Econusa Foundation juga berharap dapat menampung hasil-hasil milik masyarakat. Misalnya produk perikanan, seperti udang yang ada di Segun. Selain ditampung, Econusa juga akan berupaya mencarikan pasar untuk produk-produk tersebut.
“Jadi jika sudah ada gedung penampungannya maka Econusa akan mencarikan pangsa pasar atas hasil tersebut. Karena selama ini yang menjadi kendala utama adalah pasarnya,” terang Bustar.
Mendengar pemaparan CEO Econusa tersebut, Plh Sekda Kabupaten Sorong, Suroso, S.IP, MA yang memimpin rapat tersebut, mengaku mendukung visi itu. Hanya saja pihaknya belum dapat mengambil keputusan sebelum mendapat jawaban dari Bupati yang sedang berdinas di luar kota.
Kendati demikian, menurut Suroso, kemungkinan besar Bupati juga akan mendukung program tersebut. Apalagi masyarakat langsung yang akan mendapatkan feedback-nya. (ayu)














