SORONG – Sebanyak 26 rumah sakit TNI diresmikan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Dua diantaranya terletak di Kota Sorong, Papua Barat Daya yaitu RSAL dr. Oetojo dan RSAD dr. Aryoko, yang turut diresmikan Presiden secara virtual dari RS PPN Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (19/2).
Dalam conferense persnya, Presiden berharap RS PPN Sudirman maupun Rumah Sakit TNI lainnya bisa menjadi rujukan bagi Kementerian Pertahanan, TNI, keluarga TNI maupun masyarakat umum yang turut mendapatkan pelayanan terbaik.
“Kami juga berharap rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit pendidikan bagi fakultas kedokteran dari Universitas Pertahanan maupun universitas kedokteran lainnya,” jelasnya dalam sambutan.
Presiden RI menambahkan rumah sakit tersebut juga bisa menjadi rumah sakit tanggap bencana yang sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sementara itu, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto mengungkap Kementerian Pertahanan telah membangun Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (PPN) Panglima Besar Sudirman beserta 25 rumah sakit TNI lainnya dengan total keseluruhan 26 rumah sakit baru.
“Diantaranya, 5 rumah sakit telah terlebih dahulu diresmikan pada tahun 2023. Selanjutnya, 21 rumah sakit lainnya diresmikan hari ini,” ujarnya
Menhan mengungkap, 21 rumah sakit itu terdiri dari 11 Rumah Sakit TNI AD bertempat di Pangkalpinang, Padang, Aceh, Atambua, Bima, Gorontalo, Mamujun Tanjung Selor, Samarinda Manokwari dan Sorong. Tiga rumah sakit TNI AL bertempat di Pontianak, Padang dan Sorong dan enam rumah Sakit TNI AU bertempat di Lanud Solo, Malang, Madiun, Subang Bandung dan Pekanbaru.
“Keseluruhan rumah sakit tersebut berlokasi di sekitar pangkalan TNI dan pemukiman penduduk sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh prajurit juga melayani masyarakat umum,” ujarnya.
Selanjutnya, Menhan menyampaikan Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara atau disingkat RSPPN terdiri atas 28 lantai dengan tinggi bangunan 125 meter dan luas bangunan 62.000 meter persegi di atas tanah 2,2 hektar. RSPPN diharapkan bisa memenuhi kebutuhan sebagai rumah sakit rujukan seluruh prajurit TNI dan keluarganya serta bermanfaat untuk masyarakat luas.
“RS PPN memiliki fasilitas sebagai berikut ruang rawat inap 1000 tempat tidur, ruang operasi 11, ruang intensive care, ICU, ICCU, RICU, PICU, NICU sebanyak 90 tempat tidur, instalasi gawat darurat 55 tempat tidur sehingga akan menjadi rumah sakit terbesar TNI,” tuturnya.
RSPPN juga dilengkapi berbagai pelayanan yakni pelayanan untuk seluruh organ tubuh dengan berbagai fasilitas modern yang tersedia. Ada juga pelayanan terpadu untuk penyandang disabilitas, pelayanan untuk penderita cuci darah, pelayanan untuk penderita pembuluh darah, kemo terapi dan lain sebagainya.
“Rumah sakit ini juga menjadi rumah sakit pendidikan bagi fakultas kedokteran universitas pertahanan dan akan bekerjasama dengan Universitas lainnya di dalam dan di luar negeri,” tuturnya.
Khususnya di RSAL dr. Oetojo, Panglima Koarmada III Laksamana Muda TNI Hersan menambahkan sudah memiliki 132 tempat tidur, fasilitas poly gigi, poli jantung dan fasilitas pendukung lainnya. Dalam peresmian ini, sekaligus pihaknya melaksanakan sunatan massal.
“Kedepan kita rencanakan kerja sama dengan Universitas Kedokteran di Papua sini, tapi sejauh ini belum ada. Insya Allah kami upayakan ada kerja sama di universitas di Sorong sini. Kami juga berharap dengan pembangunan rumah sakit ini kita dinaikkan tingkatnya jadi kelas II, karena sekarang kita masih di kelas 3,”pungkasnya.(rin)













