Dibanding Triwulan II 2021 yang Tercatat 0,52%
SORONG – Survei Kegiatan Dunia Usaha triwulanan digunakan untuk melihat arah pertumbuhan ekonomi triwulanan q-to-q seperti pada triwulan III 2021 yang lalu mengindikasikan kinerja kegiatan usaha yang meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal tersebut dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rut W.Eka Trisilowati dalam kegiatan Temu Responden dan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 secara virtual zoom, Rabu (24/11).
“Hal tersebut tercermin dari nilai saldo bersih tertimbang kegiatan usaha pada triwulan III 2021 sebesar 3,24%, meningkat dari triwulan II 2021 yang tercatat 0,52%,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Rut W.Eka Trisilowati.
Lanjutnya, Hal ini serupa dengan arah PDRB yang walau terkontraksi pada triwulan III 2021 namun secara q-to-q, kontraksinya dapat ditekan dibandingkan triwulan II 2021. Pada triwulan IV 2021, responden memprakirakan kegiatan usaha tetap tumbuh lebih tinggi dengan SBT sebesar 3,61%, yang berarti PDRB triwulan IV 2021 diprakirakan lebih baik dari triwulan III 2021 secara triwulanan atau q-to-q.
Kemudian, Survei Konsumen, Indeks Keyakinan Konsumen pada Oktober 2021 tercatat di atas level Optimis (Indeks: 100) dengan nilai sebesar 118,78 yang terpantau membaik sejalan dengan pelonggaran mobilitas masyarakat yang berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi serta penghasilan. Lebih lanjut, sentimen masyarakat terhadap kondisi perekonomian kedepannya juga diprakirakan optimis, tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen yang tercatat sebesar 133,78.
“Sementara dari SPH dan PIHPS jelang HBKN Natal dan Tahun Baru, sampai dengan pekan ke-3 November 2021 tercatat inflasi sebesar 1,29% (mtm) dengan lima komoditas penyumbang inflasi yaitu tomat sayur, penerbangan udara, cabai rawit, tahu mentah dan minyak goreng,” ujarnya.
Rut juga mengatakan Bagaimana mengenai perekonomian Papua Barat sepanjang 2021, setelah kita mengalami kontraksi pada triwulan II dan triwulan III berturut-turut, walau menuju pemulihan. “BI PB memprakirakan perekonomian Papua Barat sepanjang 2021 akan tumbuh dalam range -1,00 – 0,00%, diharapkan membaik dibandikan 2020 yan g mengalami kontraksi -0,77% (yoy),” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani mengatakan, Perekonomian Provinsi Papua Barat pada triwulan III 2021 berdasarkan rilis BPS Provinsi Papua Barat masih terkontraksi sebesar -1,76% (yoy) atau membaik dibandingkan triwulan II 2021 yang terkontraksi lebih dalam sebesar -2,39% (yoy). “Secara sektoral, PDRB Migas masih mencatatkan kontraksi sebesar -7,47% (yoy) dan PDRB Non-Migas mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,34% (yoy),” katanya.
Lanjutnya, dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri memiliki sumbangan terbesar mencapai 52,93% namun tercatat kontraksi -9,33% (yoy). Kabar baik datang dari konsumsi rumah tangga yang tercatat tumbuh positif 1,72% (yoy) dan memberikan sumbangan terbesar kedua mencapai 28,39%.
“Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas masyarakat seiring dengan pemulihan ekonomi di Papua Barat. Investasi, yang merupakan penyumbang terbesar ketiga, tercatat masih terkontraksi sebesar -11,63% (yoy). Sedangkan sisi pengeluaran yang memberikan sumbangan terbesar keempat mencapai 14,22% yaitu Konsumsi Pemerintah, masih tercatat kontraksi sebesar -7,75% (yoy) seiring dengan penurunan pagu anggaran APBD dan APBN Provinsi Papua Barat,” pungkasnya.(zia)













