AIMAS – Warga Kelurahan Klasuluk, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong atas nama Komari (39) menjadi korban pembacokan orang tak dikenal (OTK), Minggu, (6/11) sekitar pukul 08.20 WIT pagi tadi. Data yang dihimpun Radar Sorong, kejadian bermula saat Komari yang berprofesi sebagai petani sedang berjalan menuju kebun miliknya sambil memikul pupuk.

Dalam perjalanan Komari berpapasan dengan pelaku. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, pelaku langsung membalikkan tubuh Komari menghadap ke belakang dan langsung melayangkan sebilah parang untuk membacok korban pada bagian punggung. Korban pun langsung jatuh tersungkur sementara pelaku langsung kabur.
Dalam keadaan panik, korban melarikan diri sambil berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar ladangnya. Mendengar teriakan tersebut, masyarakat di sekitar TKP yang sedang mencabut singkong di ladang langsung melarikan korban ke Puskesmas Mariat untuk mendapatkan tindakan medis.

Mengetahui kejadian tersebut, sekitar pukul 08.30 WIT, anggota piket Polsek Aimas turun menyisir TKP dan mengumpulkan bahan keterangan di lapangan, selanjutnya mengecek kondisi korban di Puskesmas Mariat. Korban juga sudah mendatangi Mapolres Sorong untuk membuat LP dan menyatakan kesiapan untuk divisum.
Dari informasi yang diberikan korban kepada petugas kepolisian, saat melakukan aksinya pelaku mengenakan baju biru dan celana pendek hitam serta membawa sebilah parang sabel, dengan perawakan tubuh tidak terlalu tinggi dan sedikit gemuk.
Informasi terkini, pihak kepolisian juga telah mengumpulkan tokoh masyarakat untuk meredakan suasana. Sebab kejadian tersebut dikhawatirkan membuat warga setempat terprovokasi. Kapolres Sorong melalui Kasi Humas Polres Sorong, Iptu Amiruddin mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi pada berita hoaks yang dapat memperkeruh situasi.
“Masyarakat jangan terprovokasi dengan kabar yang dapat memicu keruhnya situasi. Kepada masyarakat, saya berpesan jika mendapati hal yang mencurigakan agar segera menghubungi pihak kepolisian terdekat sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin,” pesan Iptu Amiruddin. (ayu)














