



SORONG– Pj Gubernur Papua Barat Daya Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) Pusaka perdana untuk wilayah Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2023 di Hotel Vega Sorong, Selasa (15/9) malam.
“Malam ini kita pemerintah di Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan acara pengukuhan untuk Pasukan Pengibar Bendera Pusaka untuk wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Ini tahun pertama untuk Provinsi Papua Barat Daya, anak-anak kita ini datang atau mewakili dari kota/kabupaten se-Papua Barat Daya,” katanya.
Menurutnya, walaupun ini yang pertama tapi dirinya yakin bahwa anggota Paskibraka akan melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
“Dan ini merupakan sejarah pertama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus tahun 2023,” katanya.
Pj Gubernur berharap anggota Paskibraka ini menjadi pionir. Ia juga berharap mereka tidak hanya sampai di pelaksanaan paskibraka atau dilepas begitu saja, para anggota paskibraka diharapkan menjadi agen-agen perubahan di lingkungannya masing-masing.
“Kalau mereka kualifikasi bagus. Kita juga akan memperhatikan keberlanjutan studi mereka. Jadi sebagai penghargaan kita kepada adik-adik yang melaksanakan tugas pertama di wilayah Provinsi Papua Barat Daya untuk menaikkan dan menurunkan bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus,” ungkapnya.
Pj Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, TNI AL, kepada semua anggota forkopimda, orangtua, pembina dan panitia.
“Yang sudah bekerja keras dalam waktu yang relatif singkat, mudah-mudahan mohon doa supaya mereka dapat melaksanakan tugas besok dengan penuh rasa tanggung jawab dan sukses,” pungkasnya.

Sementara itu, Salah satu Paskibraka yang bertugas membawa baki Sang Saka Merah Putih, Agustina Dorkas Klagilit menyampaikan ucapan terima kasih karena dipercayakan sebagai petugas pembawa baki Sang Saka Merah Putih pada momentum bersejarah yakni Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang 78 tahun.
“Pertama saya sangat gugup. Tapi setelah latihan sudah siap. Saya sangat senang sekali dan bangga. Ini baru pertama kali bertugas sebagai pembawa baki. Saya berasal dari Kabupaten Sorong. Kelas 2 SMK Negeri Kabupaten Sorong. Saya dipilih, dan anak kedua dari empat bersaudara. Nama Ayah Alm. Yuda Klagilit dan Ibu Sarce Woru. Saya berusia 17 tahun lahir 4 Agustus 2005 di Samate. Semoga di tanggal 17 Agustus berjalan lancar,” ungkap pelajar Asli MOI tersebut.(zia)















