
SORONG-Dalam rangka sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah serta implementasi RIPPP 2022-204, juga sebagai percepatan tata kelola perencanaan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar pelatihan analisis perencanaan dan kebijakan pembangunan wilayah di Hotel Vega Sorong, Rabu (18/10).
Direktur Regional III Kementerian Bappenas Ika Retna Wulandary menjelaskan pelatihan ini salah satu strategi meningkatkan percepatan pembangunan di Daerah Otonom Baru (DOB) termasuk di Provinsi Papua Barat Daya.
“Penekanannya ada pada peningkatan kapasitas pembangunan di DOB yang dititikberatkan pada percepatan tata kelola pembangunan. Bagaimana tata kelola dan peningkatan kapasitas ASN dalam bidang perencanaan. Percepatan ini memang dilakukan pada hulunya dulu,” katanya
Dikatakan bahwa, dengan peningkatan kapasitas ASN berdampak pada perencanaan pembangunan bisa lebih tepat sasaran.
“Bisa membidik hal urgen pembangunan yang harus segera dilaksanakan, sehingga perencanaan yang disusun nanti lebih efektif dan berkualitas. Misalnya di Papua Barat Daya ini apa yang menjadi urgen itu dikomunikasikan dari sisi perencanaan,” ungkapnya.
Lanjutnya, Selain pelatihan analisis perencanaan dan kebijakan pembangunan wilayah dalam kerangka sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah serta implementasi RIPPP 2022-2041.
“Bappenas juga menggelar training participants penyusunan rencana anggaran program (RAB) provinsi Papua Barat Daya,” pungkasnya.
Pelatihan ini diikuti seluruh kepala Bappeda se-Tanah Papua. Kegiatan dibuka oleh Pj Sekda Papua Barat Daya Edison Siagian dengan memukul tifa sebanyak tiga kali.
Sementara itu, Pj Sekda PBD Edison Siagian menyampaikan bahwa diharapkan peserta mengikuti pelatihan dengan baik, agar bisa lebih cepat dalam pembuatan perencanaan yang tepat sasaran.(zia)














