SORONG – Kepala Biro SDM Polda Papua Barat Daya Kombes Pol. I Dewa Gde Juliana, SH, S.I.K, M.I.K. mengatakan bahwa, penerimaan terpadu anggota Polri baik itu Akpol, Bintara, Tamtama dan Bintara Kompetensi Khusus (sarjana) rencananya dibuka pada bulan Maret 2026 mendatang. “Pendaftarannya pertama dilaksanakan di Polres/Polresta dulu, nanti di sana secara administrasi awal, setelah memenuhi syarat baru tahapan berikutnya di Polda. Proses tahapan-tahapan itu kemungkinan dilaksanakan sampai bulan Juni,” ujarnya.
Dikatakan pula bahwa, pihaknya sekarang masih tahap sosialisasi, di akhir bulan Februari ini akan mendata sekolah-sekolah mana saja yang akan dilakukan sosialisasi. Mengenai kuota berapa yang akan diterima, Dewa mengaku belum mengetahui, tetapi penerimaan tahun lalu bisa dijadikan sebagai acuan. “Tahun lalu yang diterima di Akpol 4 orang (3 taruna, 1 taruni), sedangkan untuk Bintara karena jumlahnya tidak terlalu banyak yang masuk ke Kesehatan II dan sampai ke kelulusan akhir yang diterima sekitar 80 orang,” ungkapnya.
Ia berharap kedepan jumlah yang diterima ada peningkatan karena Polda Papua Barat Daya sudah berdiri sendiri sebagai Panda, kalau tahun lalu masih sebagai Sub Panda. Tapi juga tergantung dari kondisi akhir hasil seleksi, artinya yang menjadi hal yang penting sebagai evaluasi tahun lalu berkaitan dengan masalah kesehatan, baik itu Kesehatan I maupun Kesehatan II. Memang di Kesehatan I itu yang diperika adalah berkaitan dengan fisik, Kesehatan II yang diperiksa bagian dalam organ. Di situ biasanya yang menjadi temuan yang sering muncul di wilayah ini, terkait dengan pengecekan darah dan organ-organ dalam.
“Untuk kesehatan tentu tidak bisa disiapkan secara instan, terutama cek darah itu terkait dengan gula darah, itu kadang muncul karena anak-anak sekarang kan pasti berbeda karena dipengaruhi makanan – minuman dan pola hidup. Jadi jangan beranggapan bahwa umur masih muda tidak bisa terkena gula darah. Dan yang paling urgent perlu kita sosialisasikan terkait penyakit menular, itu yang terkadang ada temuan di kita, baik itu penyakit menular terkait saluran pernapasan atau hepatitis maupun penyakit menular berkaitan dengan perilaku seksual. Jadi sekarang ini perilaku seksual yang mungkin pernah dilakukan itu juga bisa berdampak pada kesehatan karena berkaitan dengan penyakit menular seksual, itu yang kadang kita temukan, dan itu menjadi hal yang prinsip bagi proses penerimaan anggota Polri,” tegasnya.(akh)















