• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 22 September 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua

by admin
28 Agustus 2025
in Berita Utama
0
Penelitian Lebih dari Satu Dekade Ungkap Populasi Hiu Paus di Papua
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

JAKARTA– Sebuah riset terkini yang baru diterbitkan di jurnal Frontiers in Marine Science mengungkap populasi hiu paus (Rhincodon typus) di Bentang Laut Kepala Burung (BLKB) atau Bird Head Seascape (BHS), Papua.

Populasi Hiu Paus di Bentang Kepala Burung Papua. (Ist)

Riset ini merupakan yang pertama menyoroti secara komprehensif dinamika populasi, pola residensi, dan ancaman terhadap spesies yang terancam punah ini di empat wilayah utama di BLKB yakni, Teluk Cenderawasih, Kaimana, Raja Ampat, dan Fakfak.

Berita Terkait

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

20 September 2026
56
4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

18 September 2026
125
MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga

13 September 2026
30

Riset yang dilakukan selama 13 tahun sejak September 2010 hingga Oktober 2023 ini dipimpin oleh Edy Setyawan dari Elasmobranch Institute Indonesia bersama dengan tim dari Indonesia (Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Kaimana, Konservasi Indonesia) dan mancanegara (Conservation Internasional, University of Western Australia, University of Adelaide, dan Shark Research Foundation) yang memberikan masukan dalam analisis data dan penulisan studi.

Temuan-temuan dari riset ini menandai langkah penting untuk meningkatkan upaya pemantauan dan konservasi hiu paus di BLKB, khususnya di Teluk Cenderawasih dan Kaimana.

Edy mengungkapkan, riset ini dilakukan menggunakan data berbasis identifikasi fotografis (Foto ID) yang memanfaatkan pola totol dan garis yang unik tubuh hiu paus untuk membedakan setiap individu. Dari sebanyak 1.118 pengamatan, tim berhasil mengidentifikasi 268 individu hiu paus yang hampir seluruhnya ditemukan di sekitar bagan apung, 159 individu di Teluk Cenderawasih dan 95 individu di Kaimana.

Hal ini mengindikasikan tingginya   interaksi antara hiu paus dengan aktivitas perikanan, khususnya bagan.

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah masa menetap atau residensi hiu paus yang relatif tinggi di Teluk Cenderawasih dibandingkan dengan agregasi hiu paus di lokasi atau negara lain.

Tingkat residensi hiu paus di Teluk Cenderawasih rata-rata 77 hari, sementara di Kaimana hanya setengahnya dengan rata-rata 38 hari.

Selain itu, lebih dari setengah dari total individu yang diidentifikasi teramati lebih dari satu kali. Bahkan, ada dua individu masih terlihat berada ke wilayah ini dalam rentang waktu lebih dari 10 tahun.

”Temuan kami menunjukkan bahwa BLKB menjadi habitat penting bagi populasi hiu paus muda yang menggunakan kawasan ini untuk makan dan tumbuh berkembang sebelum mereka bermigrasi ke laut lepas.
Di seluruh perairan Indo-Pasifik, populasi hiu paus terus menurun hingga 63%.

Dengan demikian, keberlangsungan populasi hiu paus di BLKB sangat penting dalam upaya pemulihan populasi ikan yang terancam punah ini,” ungkap Edy Setyawan.
Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Iqbal Herwata, yang juga menjadi salah satu penulis dari jurnal ini menjelaskan bahwa BLKB, khususnya Teluk Cenderawasih dan Kaimana, berperan sebagai nursery ground atau habitat pembesaran bagi hiu paus muda.

“Selain keterkaitannya yang erat dengan perikanan bagan, temuan ini juga menunjukkan bahwa dinamika populasi hiu paus di empat lokasi didominasi oleh jantan muda, dengan mayoritas individu berukuran 4–5meter yang menandakan dominasi habitat pembesaran. Temuan ini menguatkan pentingnya kawasan ini sebagai habitat kunci hiu paus sebagai titik singgah dalam jangka waktu lama,” kata Iqbal.

Riset juga menekankan pentingnya upaya pengelolaan wisata berbasis bagan secara hati-hati untuk mengurangi risiko luka akibat interaksi dengan bagan dan kapal.

Hasil riset mengungkap bahwa 76,9% hiu paus di BLKB mengalami sejumlah luka, mulai dari abrasi/goresan, sayatan, amputasi sirip, hingga bekas gigitan pemangsa.

Meski hanya sebagian kecil luka yang diakibatkan baling-baling kapal yaitu sekitar 2,4%, namun proporsi luka yang terkait interaksi manusia baik melalui perikanan maupun wisata tetap tinggi, utamanya di perairan Kaimana, mencapai 83,7%.

“Penelitian ini merekomendasikan desain bagan ramah hiu paus, penerapan kode etik wisata, dan pengawasan ketat aktivitas perikanan serta pelayaran. Konservasi hiu paus adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya ilmuwan, tetapi juga masyarakat, pelaku wisata, dan pelaut. Pariwisata hiu paus dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, namun harus dikelola dengan aturan yang jelas agar tidak menimbulkan luka pada hiu paus maupun dampak negatif pada ekosistem,” ujar Iqbal.

“Dengan tingkat residensi tinggi di Teluk Cenderawasih dan Triton, hiu paus adalah aset berharga. Karena itu, kami mendorong regulasi modifikasi bagan, seperti menghilangkan bagian tajam untuk mengurangi risiko luka saat hiu paus berinteraksi di sekitar bagan,” imbuh Iqbal.

Selain menyajikan temuan ilmiah, riset ini juga memberikan rekomendasi praktis baik dalam pengelolaan maupun penelitian.

ADVERTISEMENT

Tim ilmuwan juga mendorong perluasan pemantauan dan identifikasi individu hiu paus melalui integrasi basis data foto ID lintas lembaga, melibatkan wisatawan, nelayan, dan masyarakat lokal dalam sains warga.

ADVERTISEMENT

Penggunaan teknologi seperti pelacakan jarak jauh (telemetry) menggunakan satelit dan perekaman data biologis (biologging) juga diusulkan untuk memahami lebih mendalam mengenai pola migrasi, struktur populasi, dan penggunaan habitat dengan lebih akurat. (**/ros)

ADVERTISEMENT
Previous Post

GM Baru M-Hotel Ingin Angkat Budaya Lokal Papua Barat Daya

Next Post

Sertijab Pangkoarmada III, Krisno Utomo Gantikan Hersan

Related Posts

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II
Berita Utama

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

20 September 2026
56
4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI
Berita Utama

4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

18 September 2026
125
MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga
Berita Utama

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga

13 September 2026
30
Pawai Taaruf MTQ XXXI, Gubernur Papua Barat Daya Ikut Jalan Kaki dan Serahkan Mahkota Papua
Berita Utama

Pawai Taaruf MTQ XXXI, Gubernur Papua Barat Daya Ikut Jalan Kaki dan Serahkan Mahkota Papua

12 September 2026
81
Berikan Support, Gubernur Kunjungi Kafilah Papua Barat Daya
Berita Utama

Berikan Support, Gubernur Kunjungi Kafilah Papua Barat Daya

12 September 2026
42
Panitia MTQ Nasional XXXI Kagumi Kafilah Papua Barat Daya, Haerudin : Keren dan Luar Biasa
Berita Utama

Panitia MTQ Nasional XXXI Kagumi Kafilah Papua Barat Daya, Haerudin : Keren dan Luar Biasa

11 September 2026
164
Next Post
Sertijab Pangkoarmada III, Krisno Utomo Gantikan Hersan

Sertijab Pangkoarmada III, Krisno Utomo Gantikan Hersan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Wali Kota Sorong Serahkan Bantuan Ternak dan Alsintan untuk OAP

Wali Kota Sorong Serahkan Bantuan Ternak dan Alsintan untuk OAP

22 September 2026
Sinergi PLN dan DEN: Perkuat Ketahanan Energi dan Keandalan Listrik di Tanah Papua

Sinergi PLN dan DEN: Perkuat Ketahanan Energi dan Keandalan Listrik di Tanah Papua

22 September 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!