
SORONG- Kongres ke VI Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) telah resmi dibuka oleh, Direktur Urusan Agama Kristen Dr. Amsal Yowei, SE. M. Pd. K atas nama Menteri Agama Republik Indonesia di Rilits Panorama Hotel (17/7). Turut hadir dalam momentum tersebut para pejabat gereja, hamba Tuhan serta umat Tuhan dari tujuh wilayah yang tersebar di seantero tanah Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya dan juga provinsi Riau dan dari Denpasar,Bali.
Selain dari dalam negeri, pesta iman yang berlangsung sekali dalam lima tahun tersebut dihadiri utusan hamba Tuhan dari luar negeri , Amerika Selatan. Rangkaian prosesi pembukaan yang diawali ibadah dan dihadiri ribuan umat Tuhan tersebut berlangsung meriah. Tidak hanya itu, rangkaian paduan suara dan tarian etnik papua yang mengisahkan keberagaman suku bangsa menambah semarak dan hikmat pesta iman.
Ketua Panitia Kongres, Elisa Kambu, SE, menjelaskan bahwa Kongres GBAI yang dibawa sorotan tema, ” Ya Roh kudus perbaharui dan persatukan kami (Yoh 17.ayat 21) tersebut bertujuan untuk mengevaluasi program pelayanan, membahas dan menetapkan pokok pokok program pelayanan lima tahun kedepan, memilih kepemimpinan BPP GBAI lima Tahun kedepan. Selain itu, juga menetapkan rekomendasi -rekomendasi yang disampaikan ke pemerintah dan juga membahas dan meneta,pkan amandemen AD/ART Organisasi GBAI untuk dipedomani dalam pelayanan.
Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat organisasi tersebut, lanjut Elisa Kambu yang juga Bupati Asmat itu bahwa, bahwa GBAI dalam pergumulannya akan membahas beberapa pokok persoalan strategis bangsa ini, khusus dan secara khusus di tanah Papua. Beberapa isi strategis, lanjut Kambu, yakni pemberdayaan umat, peningkatan sumberdaya umat yang mandiri dan visioner. Masalah keamanan, pembangunan yang bersinergi dengan gereja.
Disinggung terkait sikap gereja dalam menghadapi pesta demokrasi 2024 mendatang bahwa gereja memiliki peran dan tanggungjawab terhadap suksesnya kepemimpinan nasional dan juga daerah.
” Kita harap bahwa semua orang yang ada diatas tanah ini, Papua Barat Daya harus memanfaatkan momentum ini (Pesta Demokrasi) secara baik-baik untuk memilih sosok figur pemimpin amanah terhadap kepentingan masyarakat atau kepentingan umat,”ujarnya.
Dan siapapun calon pemimpin yang mendapat kepercayaan dari partai baik di legislatif maupun pemilukada harus mampu menawarkan ide ide, gagasan yang konstruktifkonstruktif.
” Kita harapkan agar siapapun yang berkopetisi harus menawarkan ide ide yang baik, yang konstruktif, tidak kampanye yang diskriminatif menyinggung yang lain yang menimbulkan kebencian atas nama suku, agama, ras dan dan antar golongan,”tandasnya.
Seperti dilaporkan bahwa pelaksanaan Kongres VI GBAI yang rencananya berlangsung selama tiga hari (17-20/7) tersebut menjelang anggaran Sekitar tiga miliar dan rencananya pada penutuoan nanti, akan dirangkaikan dengan pesta budaya sekaligus perayaan HUT yang ke 28 tahun pada tanggal 20 Juli mendatang. (ris).















