MANOKWARI – Pasar sementara Wosi Manokwari pasca kebakaran pada 5 Mei 2022 lalu yang menghabiskan 58 kios dan 688 petak los, Selasa (6/12) diresmikan oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou. Pasar Sementara menelan anggaran sebesar Rp15 miliar yang mana pengerjaannya dalam dua tahap.
Tahap pertama pembersihan dan penimbunan areal bekas kebakaran menghabiskan anggaran Rp1.180.651.000. Tahap kedua pembangunan pasar sementara menghabiskan anggaran sebesar Rp13.819.349.000.
Hermus Indou mengatakan pasar sementara Wosi Manokwari untuk melayani seluruh masyarakat yang tidak hanya Manokwari melainkan kabupaten di Manokwari Raya.
Ia menyebutkan kebakaran pasar Wosi beberapa waktu lalu, banyak sekali pedagang yang menjadi korban. Tak hanya itu, kebakaran tersebut mengganggu aktivitas perdagangan.
“Kerugian tersebut bukan hanya bagi para pedagang melainkan seluruh masyarakat Manokwari,” ujarnya.
Ia menyebutkan meski planing pasar sementara tersebut rencananya selesai pada 2 bulan setelah kebakaran.
“Saya akui banyak faktor yang terjadi sehingga pasar sementara selesai dalam kurun waktu empat hingga lima bulan,” sebutnya.
Hermus berpesan setelah pasar sementara ini resmi, mari menjadi pedagang yang tertib. Pemerintah senantiasa memberikan kebebasan kepada seluruh masyarakat tetapi harus secara bertanggung jawab.
“Kami meminta jika yang punya Los baik 4×4 meter maupun 3×3 meter gunakan dengan maksimal di Los tersebut jangan bangun dan tambah lagi,” katanya.
“Gunakan Los pasar sesuai dengan fungsinya. Jangan bikin susah pemerintah dan pedagang lainnya,” tambahnya. (bw)













