AIMAS – Pj Bupati Sorong, Yan Piet Moso, S.Sos, MM, M.AP, menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh atas lima proyek perubahan yang digagas oleh 5 peserta reformer Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II angkatan pertama tahun 2023. Hal tersebut disampaikan Moso, di hadapan sejumlah awak media usai pertemuannya dengan kelima reformer.
Diungkapkan Moso, tentunya setiap strujtur pemerintahan membutuhkan sosok pemimpin yang inovatif dan kreatif dalam mengelola organisasi pemerintahan menuju perubahan. Hal itu dibutuhkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pemerintahan, termasuk di Kabupaten Sorong.
“PKN Tingkat II sendiri merupakan pelatihan struktural kepemimpinan pratama sebagaimana diatur dalam peraturan pemerintah mengenai manajemen pegawai negeri sipil. Maka sehubungan dengan itu saya memberikan dukungan yang penuh atas proyek perubahan yang dilakukan oleh peserta PKN II,” ujar Pj Bupati, Moso.
Kelima reformer mengerjakan proyek perubahannya dengan lima judul berbeda guna menjawab kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sorong sesuai tantangan perkembangan zaman di era ini.
Reformer pertama atas nama Dr. Markus Karath S.IP, M.Si selaku Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dengan judul proyek perubahan ‘Strategi pengolahan limbah tinja di Kabupaten Sorong, guna mewujudkan lingkungan pemukiman yang bersih dan sehat’.
“Inovasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman serta menjadi edukasi positif untuk merubah cara berpikir masyarakat terhadap sistem pengelolaan limbah tinja yang baik dan benar, guna mendorong dan menciptakan lingkungan pemukiman masyarakat yang bersih dan sehat,” kata Moso.
Kedua, atas nama Mustika Baeduri, S.AP, M.Si, selaku Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik dengan judul ‘Strategi peningkatan keamanan, ketentraman dan ketertiban yang terkendali dan terintegrasi dikabupaten Sorong’.
“Ini selaras dengan komitmen pemerintah untuk menjadikan Kabupaten Sorong sebagai rumah Pancasila dan rumah kebhinekaan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah ini,” imbuhnya.
Reformer ketiga, yakni Frengky Wamafma S.Hut, M.Si, selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Sorong, dengan judul ‘Strategi pemenuhan pupuk dalam rangka meningkatkan produksi pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Sorong.
Melalui proyek perubahan ini diharapkan dapat menjawab permasalahan keterbatasan pupuk bagi kelompok tani, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan di kabupaten Sorong.
“Ini gagasan luar biasa yang juga mendukung kebijakan pemerintah secara nasional dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dimana dikhawatirkan akan terjadi krisis pangan akibat resesi dunia, maka hari ini kita membutuhkan pemimpin yang memiliki inovasi kreativitas dan mampu bertindak cepat dalam melakukan Inovasi dan perubahan,” kata Moso.
Keempat, reformer atas nama Eliaser Kalami S.Sos, M.PA, selalu Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominstaper) Kabupaten Sorong, dengan intervensi inovasi perubahan berjudul ‘Strategi peningkatan pelayanan informasi publik melalui kelurahan dan kampung (SILA KEENAM) berbasis digital di Kabupaten Sorong. Proyek perubahan menjadi kebutuhan mutlak bagi dunia selah memasuki era 4.0.
“Melihat pentingnya pelayanan informasi komunikasi maka Pemerintah Kabupaten Sorong juga berkomitmen harus menjangkau pelayanan Informasi Publik bagi masyarakat. Hal tersebut juga harus dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat sehingga seluruh perkembangan pembangunan di daerah dapat diketahui masyarakat umum,” lanjutnya.
Terakhir yang kelima, reformer atas nama Nimrod Sesa, S.IP, MM, selaku Sekretaris DPRD Kabupaten Sorong dengan judul ‘Strategi percepatan pelayanan sekretariat DPRD melalui sistem informasi kedewanan menuju DPRD Kabupaten Sorong yang modern’. Inovasi ini digagas untuk memberikan peningkatan pelayanan anggota DPRD yang memuaskan masyarakat.
“Proyek perubahan ini dapat menunjang proses percepatan pelayanan sekretariat DPRD menuju DPRD Kabupaten Sorong yang modern. Sebab dewan sebagai pihak yang berperan penting dalam memperjuangkan aspirasi rakyat memang perlu melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kuakitas layanan bagi masyarakat,” tandas Moso.
Melalui kelima proyek perubahan tersebut, Pj Bupati berharap Kabupaten Sorong akan semakin maju di era modern. Serta mampu menjadikan Kabupaten Sorong sebagai daerah yang aman, nyaman, mandiri dan sejahtera.(ayu)















