SORONG – Mengangkat bahan pangan lokal khas Papua, Jhony Weinand Dawan, Owner Mie Sagu Pauwbili, berhasil menghadirkan produk olahan sagu menjadi mie dengan empat varian rasa. Usaha ini dirintis dari rumahnya sendiri di Jalan Sagu, Kelurahan Aimas, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Mie Sagu Pauwbili hadir dengan varian rasa original, wortel, buah naga, dan pokcoy, yang masing-masing dibanderol dengan harga Rp35.000 per bungkus. Produk ini mulai dikembangkan sejak 2022, berangkat dari tekad Jhony untuk membuktikan bahwa Orang Asli Papua mampu bersaing melalui karya pangan lokal.
“Tahun 2023 saya mencoba membuat mie berbahan dasar makanan khas Papua, yaitu sagu. Awalnya dengan kemasan seadanya, namun saya punya tekad Orang Papua harus naik kelas. Dari situ saya ubah mindset agar produk ini punya packaging modern sehingga layak dipasarkan,” jelas Jhony.
Kini, produk Mie Sagu Pauwbili telah memiliki legalitas usaha yang jelas, termasuk izin usaha dan sertifikasi halal. Produk ini juga dinyatakan aman dikonsumsi tanpa bahan pengawet, dengan ketahanan hingga satu bulan jika disimpan di kulkas.
Untuk bahan baku, Jhony memulai proses dari pengolahan sagu menjadi tepung. Sagu yang dibeli di pasar dihancurkan menjadi serbuk, kemudian diperas hingga menghasilkan pati. Pati tersebut diendapkan, dicuci kembali untuk memisahkan kotoran, lalu dikeringkan dengan cara dijemur atau dioven. Setelah kering, pati digiling halus, diayak, dan dikemas menjadi tepung sagu siap pakai.
Dari tepung sagu inilah mie dibuat. Tepung dicampur dengan garam, air, dan telur, lalu direbus atau dimasak di air mendidih hingga matang dengan tekstur kenyal. Kemudian adonan digiling tipis dengan mesin, dipotong memanjang persegi kotak, dan dicetak menggunakan mesin pembuat Mie hingga berbentuk mie. Hasilnya adalah mie sagu bertekstur kenyal yang bisa diolah menjadi berbagai menu, baik mie goreng maupun mie kuah.
Jhony menggeluti usaha tersebut bersama keluarganya dan 2 orang karyawan.
Ia berharap Orang Asli Papua harus bisa maju di berbagai bidang pekerjaan. Bukan hanya di pemerintahan. Bahkan ia mengimbau agar bisa mandiri dengan membuka usaha sendiri. “Jangan hanya ingin jadi PNS. Kita harus bisa mandiri, buka usaha sendiri dengan produk-produk olahan lokal khas Papua dari berbagai bidang,” katanya.
Dengan semangat inovasi dan identitas budaya lokal, Jhony berharap produk Mie Sagu Pauwbili dapat menjadi kebanggaan orang Papua, sekaligus membuka peluang bersaing di pasar nasional.”Mie Sagu ini sudah di jual dan menjadi oleh-oleh bagi orang-orang yang mau ke Jakarta,” katanya.(zia)













