SORONG – Mal Sorong Modern City (SMC) yang memiliki view terbagus di Provinsi Papua Barat Daya telah diresmikan pada Jumat (23/10/2026) pagi yang diawali dengan ritual adat Malamoi berupa persembahan hasil bumi kepada arwah leluhur di depan pintu barat Mal SMC.

Selanjutnya acara peresmian dilakukan oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos bersama Walikota Sorong Septinus Lobat, S.H., M.P.A., Founder Multi Modern Group Sonny Waplau, yang ditandai dengan pengguntingan pita, dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Papua Barat Daya dan Walikota Sorong.

Pusat perbelanjaan modern yang berdiri di kawasan reklamasi Jl. Yos Sudarso Kampung Baru Sorong ini diharapkan menjadi destinasi baru bagi masyarakat untuk berbelanja, menikmati kuliner, serta menghabiskan waktu bersama keluarga di kawasan pantai reklamasi.
Acara Grand Opening /Peresmian Mal SMC ini berlangsung pada Jumat (23/10/2026) pagi, dan dilanjutkan dengan rangkaian hiburan hingga malam hari yang dipusatkan di atrium Mal SMC. Acara tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan balet, penampilan Kazumaza Band, serta kehadiran bintang tamu (guest star) Rocha March.
Kegiatan ini terbuka untuk umum, sehingga masyarakat dapat turut menyaksikan momentum pembukaan pusat perbelanjaan yang sudah dirindukan warga Papua Barat Daya tersebut.
Grand Opening Mal Sorong Modern City dihadiri oleh jajaran pimpinan Multi Modern Group dan PT Moderen Multi Graha, yakni Sonny Waplau selaku Founder Multi Modern Group, Ir. Ricky selaku Komisaris Utama PT Moderen Multi Graha, Lieke Sofiar selaku Komisaris PT Moderen Multi Graha, serta Cecep Darmakusumah selaku Direktur Utama PT Moderen Multi Graha, serta para pejabat Forkopimda Provinsi Papua Barat Daya dan Kota Sorong, mantan Walikota Sorong Drs. Ec. Lambertus Jitmau, MM dan istri, serta tamu undangan lainnya.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengapresiasi kehadiran Mal SMC yang dinilai dapat menjadi penggerak roda perekonomian di ibu kota Provinsi Papua Barat Daya. Dirinya berharap kehadiran pusat perbelanjaan modern tersebut mendorong masyarakat untuk berbelanja di Kota Sorong, tanpa harus pergi ke luar daerah untuk mendapatkan produk dan layanan yang dibutuhkan.
“Warga Sorong tidak perlu lagi belanja ke luar daerah, cukup habiskan uangnya di Sorong,” ujar Gubernur Elisa Kambu.
Sementara itu, Direktur Utama PT Modern Multi Graha, Cecep Darmakusumah, mengatakan bahwa, Mal SMC merupakan bagian dari kawasan Sorong Modern City yang memiliki luas sekitar 20 hektare, sementara bangunan Mal SMC dan area parkir sekitar 2,3 hektare.
Cecep Darmakusumah menjelaskan bahwa, kawasan ini dikembangkan untuk menghadirkan pusat aktivitas ekonomi sekaligus sarana rekreasi keluarga yang aman dan nyaman.
“Penyediaan sarana perbelanjaan modern ini sekaligus menjadi tempat rekreasi keluarga. Kami berupaya menghadirkan toko dan merek yang sebelumnya hanya tersedia di kota lain, sehingga masyarakat Sorong tidak perlu lagi berbelanja ke luar daerah,” ujarnya.
Mal SMC yang terletak di kawasan reklamasi ini juga dilengkapi 14 eskalator, sekitar 100 kamera CCTV, sistem proteksi kebakaran, serta generator berkapasitas 3,1 MVA.
Cecep Darmakusumah menjelaskan, pembangunan Mal SMC melalui proses panjang. Persetujuan gedung tercatat pada 30 Oktober 2024, sedangkan pekerjaan pemancangan dimulai pada 6 Februari 2025. Proses pembangunan berlangsung hampir 21 bulan, dengan struktur bangunan beton bertulang di atas pondasi tiang pancang.
Sementara itu, founder Multi Modern Grup, Sonny Waplau, menjelaskan bahwa, pengembangan Sorong Modern City tidak berhenti pada mal. Kawasan tersebut direncanakan menjadi pusat keramaian dan bisnis yang mencakup berbagai fasilitas, seperti ruko dan hotel, dengan peluang pengembangan lainnya pada masa mendatang. Ia juga menyebut grup usahanya telah memiliki pengalaman membangun pusat perbelanjaan di Jayapura (Mal Jayapura) sekitar 15 tahun lalu.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, turut mengapresiasi hadirnya SMC Mall. Menurutnya, kawasan yang sebelumnya merupakan pesisir Pantai Tembok Berlin dan kemudian dikembangkan melalui reklamasi itu kini menjadi salah satu kawasan bisnis baru yang diharapkan memberikan dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sorong.
Kehadiran Mal SMC diharapkan tidak hanya memperluas pilihan belanja dan rekreasi masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan hadirnya pusat perbelanjaan modern di kawasan pesisir, Sorong Modern City diproyeksikan menjadi salah satu destinasi baru bagi warga maupun pengunjung dari luar Kota Sorong.
Sementara itu, Cecep Darmakusumah juga mengatakan bahwa,
kawasan ini dikembangkan untuk menghadirkan pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, dan gaya hidup modern bagi masyarakat Papua Barat Daya.
Sejumlah merek nasional telah bergabung sebagai penyewa, di antaranya Matahari Department Store, Hypermart, J.CO, MAKO, Adidas, Skechers, Cross, Sport Station, Kids Station.
Kemudian Payless, C&F, Samsung, Optik Melawai, Optik Seis, X8, Little X8, Guardian, Saga Beauty, Chatime, Celcius, Mississippi, Naughty, Happytopia, Hunting Camera, Zoom Watch, dan Watch Club. Sedangkan untuk kuliner ada Solaria, Ta Wan, Dapur Solo dan Ichiban. Mal SMC juga dilengkapi Bioskop XXI dengan konsep tiga studio, serta wahana hiburan keluarga seperti Timezone dan Happytopia.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati area alfresco atau ruang terbuka di sejumlah lantai yang memungkinkan pengunjung bersantai sambil menikmati pemandangan laut yang menawan.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan Mal SMC, termasuk bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana matahari terbenam (sunset) di kawasan pesisir Kota Sorong.
Diharapkan kehadiran Mal SMC dapat menambah pilihan destinasi belanja dan rekreasi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi, serta membuka peluang bagi sektor usaha dan tenaga kerja lokal. (akh)











