SORONG-Pasca dinyatakan lulus sebagai Prajurit TNI Angkatan Laut angkatan XLII, 250 prajurit TNI AL siap mengikuti pendidikan selama 6 bulan di Satuan Pendidikan (Satdik) 3 Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Sorong. Jumat (25/3)
Berstatus sebagai siswa selama 6 bulan, berikut 3 tahap pendidikan yang diikuti ratusan siswa TNI AL diantaranya pertama Pendidikan Dasar Keprajuritan selama 3 bulan, kedua Pendidikan Dasar Golongan selama 1 bulan dan ketiga Pendidikan Dasar Golongan Lanjutan selama 2 bulan.
Dari 250 siswa, diantaranya 100 pendidikan pertama Bintara (Dikmaba) dan 150 pendidikan pertama Tamtama (Dikmata). Komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Suhartono menjelaskan pendidikan ini merupakan salah satu kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut dalam merekrut putra-putri daerah khususnya di wilayah Timur untuk menjadi prajurit TNI AL.
“250 siswa ini merupakan gelombang kedua. Mereka ini akan mengawaki satuan-satuan di jajaran Koarmada III dan pengawal Negara Kesatuan RI,” jelas Dankodiklatal didampingi Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Irvansyah,S.H.,CHMRP.,M.Tr. (Opsla) usai membuka upacara Pembukaan Pendidikan Dasar Keprajuritan dan Dasar Golongan Dikmaba dan Dikmata TNI AL angkatan XLII tahun anggaran 2022, di Lapangan Upacara Mako Koarmada III, Katapop.
Menurut Dankodiklatal, perekrutan 250 prajurit tersebut berasal dari 4 Lantamal wilayah Koarmada III. Seperti yang diharapkan, dengan semakin banyak putra-putri daerah yang bergabung dengan jajaran Koarmada III maka Koarmada III bisa terawaki dengan maksimal.
“Karena kita masih membutuhkan pengawak. Sebab, kami masih kekurangan personel di jajaran Koarmada III. Kami harap, semaksimal mungkin yang mengawaki jajaran Koarmada III dari putra-putri daerah. Sehingga kita dapat menjaga kesatuan dan keutuhan wilayah NKRI khususnya di wilayah Koarmada III,”paparnya.
Dankodiklatal menambahkan keberhasilan para siswa yang telah dicapai, tentunya membanggakan diri sendiri dan keluarga, karena tidak semua warga negara mempunyai kesempatan untuk mengabdikan diri sebagai Prajurit TNI AL. “Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berterima kasih kepada orang tua yang telah memberikan doa dan restu serta dorongan dan motivasi selama mengikuti seleksi,”ungkapnya.
Dankodiklatal mengarahkan kepada Komandan Satdik-3 Sorong berserta seluruh jajaran instruktur dan pembimbing siswa, untuk melaksanakan program pendidikan dengan penuh rasa tanggung jawab. “Perhatikan keselamatan dan keamanan personel, sarana dan prasarana pendidikan, tingkatkan dedikasi dan loyalitas dalam melaksankan tugas yang bermuara pada profesionalisme hasil didik,”tegasnya.
Menanyakan perekrutan prajurit TNI AL jalur Otsus di wilayah Papua, Letjen TNI Marinir Suhartono menuturkan perekrutan TNI AL masih menggunakan anggaran TNI AL yang telah disediakan. Dan terkait kerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat dalam perekrutan melalui jalur Otsus, merupakan kebijakan pimpinan.
“Kami sudah diberikan alokasi anggaran dari Negara sehingga kami manfaatkan anggaran tersebut untuk merekrut putra-putri daerah. Kami, masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kasal. Pada kesempatan ini, selaku Kodiklatal melaksanakan program yang sudah dilaksanakan TNI AL khususnya berdasarkan rencana kerja TNI AL,”tuturnya seraya menambahkan bahwa Kodiklatal menjadi salah satu bagian yang menyiapkan SDM TNI AL.
Turut hadir, Direktur Pendidikan dan Direktur Umum Kodiklatal, Pejabat Utama Koarmada III, Komandan Lantamal XIV Sorong, Komandan Pasmar 3, Pejabat Pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.(juh)














