SORONG – Acara peresmian Gedung Baruga \DPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Sorong yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman kemarin (15/3) begitu istimewa.
Bagaimana tidak, Gubernur Papua Barat Drs Dominggus Mandacan, M.Si dan Wali Kota Sorong Drs Ec Lambert Jitmau, MM berhasil dihadirkan untuk bersama-sama meresmikan Gedung Baruga KKSS Kota Sorong.
Ini tentunya momen langka dan sangat menarik ditengah mulai terciumnya aroma Pilgub 2024, “Ewwako”. Selain ditandai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Gubernur Papua Barat, Wali Kota dan Ketua DPD KKSS Kota Sorong Syamsudin Djohan,SH, peresmian Gedung Baruga KKSS seluas 400 M2 itu juga ditanda dengan pengguntingan pita oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.
Dari prosesi pengguntingan pita yang turut disaksikan Ketua DPW KKSS Papua Barat, H. Nurjaya, tamu undangan pun dipersilakan naik ke lantai 2 untuk mengikuti rangkaian acara seremonial yang telah disiapkan panitia.
Diawali dengan persembahan tarian adat Sulsel, dan tarian daerah dari Tanah Toraja, prosesi peresmian Gedung Baruga KKSS berjalan lancar.
Tentang nama Baruga, yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat KKSS, diungkapkan oleh Ketua BPD KKSS Kota Sorong, Syamsudin Djohan bahwa Baruga merupakan khas Sulawesi Selatan yang artinya bangunan besar. Dimana bangunan tersebut pada umumnya dimanfaatkan untuk segala macam kegiatan.
“Baruga merepresentasikan sebuah bangunan besar yang khas Sulawesi Selatan. Biasanya merupakan tempat berkumpul, bisa dibilang sebagai gedung serbaguna atau semacam aula,”jelas Syamsudin Djohan yang juga anggota DPRD Kota Sorong dari Partai Gerindra.
Gedung Baruga KKSS berstruktur beton 2,5 lantai tersebut berdiri di atas lahan bersertifikat atas nama KKSS Kota Sorong. Pada lantai dasar dibagi menjadi tiga ruko, dimana dua diantaranya saat ini disewakan sehingga bisa menambah pemasukan KKSS. Sementara satu ruko lainnya digunakan sebagai Sekretariat KKSS.
Selanjutnya, di lantai 2 merupakan aula atau ruang pertemuan. Kemudian di lantai paking atas disiapkan 3 kamar untuk mengantisipasi atau memberikan pelayanan kepada tamu jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Dikatakan Syamsudin, Gedung Baruga sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan KKSS nantinya bakal digunakan untuk kepentingan internal maupun eksternal KKSS. Ia membeberkan, bahkan sebelum diresmikan, gedung tersebut sudah 10 kali digunakan untuk kegiatan massal yang melibatkan KKSS.
“Gedung dibangun 3 tahun dengan nilai anggaran Rp 3 Miliar. Sumber dana pembangunan Gedung Baruga merupakan bagian dari support Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kota Sorong, juga internal warga KKSS. Gedung ini sudah 10 kali digunakan, dan akn tetap menjadi pusat kegiatan warga KKSS nantinya,” jelas Syamsudin Djohan.
Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambertus Jitmau dalam sambutannya mengatakan, Sekretariat KKSS merupakan pusat pengendalian administrasi kemasyarakatan KKSS. Dimana hal-hal yang berhungan dengan kepentingan KKSS harus diselesaikan di tempat tersebut.
Wali Kota yang kurang lebih 6 bulan lagi akan berakhir masa jabatannya berpesan agar Gedung Baruga benar-benar dimanfaatkan dengan baik sebagai tempat pertemuan, tempat pembinaan warga maupun fungsi lainnya. Sebab Wali Kota mengaku, beberapa kali harus turun menyelesaikan masalah yang melibatkan warga KKSS.
Bagi Wali Kota, warga KKSS adalah aset. Dimana sebagian besar masyarakat KKSS merupakan pelaku usaha dan industri yang turut berkontribusi dalam pembangunan Kota Sorong.
Wali Kota akan Ganti Nama Pasar Baru dengan Nama Kompleks Makassar
“Saya harus jujur katakan bahwa masyarakat KKSS sudah turut berkontribusi dan dukungan terhadap APBD Kota Sorong yang dangat kecil. Mereka penyumbang pemasukan terbesar di Kota Sorong. Sehingga karena merekalah, Wali Kota mampu melakukan sesuatu untuk kota ini dari pajak dan retribusi,” beber Lambert.
Sehingga sebegai bentuk apresiasi kepada Warga KKSS, sebelum meninggalkan jabatan, Wali Kota Sorong juga berencana mengubah nama Kompleks Pasar Baru menjadi Kompleks Makassar. Sebab kompleks tersebut sebagian besar didiami oleh warga KKSS.
“Ketua BPD KKSS, tolong kumpulkan perwakilan semua pilar untuk bertemu saya minggu depan. Sebagai bentuk apresiasi, saya akan rubah nama Pasar Baru menjadi Kompleks Makassar,” tegas Wali Kota.
Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si menambahkan, setelah diresmikannya Gedung Baruga, seluruh masyarakat KKSS harus tahu bahwa rumah besar mereka ada di Jalan Jenderal Sudirman.
“Gedung Baruga adalah milik KKSS, sehingga semua warga KKSS harus merasa memiliki dan mereka harus tahu rumah mereka ada di sini. Di rumah ini adalah tenpat mereka bernusyawarah dan mengambil keputusan. Saya harap ketika ke depan ada persoalan atau masalah internal maupun eksternal KKSS, maka gedung ini menjadi pemersatu yang mendamaikan suasana,”harap Gubernur Mandacan.
Gubernur juga mengatakan, pembangunan sekretariat seperti Gedung Baruga ini perlu didukung oleh pemerintah sehingga pemerintah tidak hanya butuh tokoh-tokoh masyarakat, ketua-ketua paguyuban seperti KKSS, Ikaswara saat ada kejadian “panas”.
Lebih lanjut, dikatakan gubernur, warga KKSS tersebar atau ada dimana-mana, tapi tidak kemana-mana. Meski terkesan mengandung konotasi politik, namun ungkapan ini kemudian dijelaskan oleh gubernur bahwa masyarakat KKSS tingganya tersebar dimana-mana, dari kota sampai di pulau-pulau, tapi tidak kemana-mana, tetap tinggal dan mengabdi di Tanah Papua. (ayu)















