
SORONG – Menjelang Groundbreaking pembangunan pabrik smelter di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabupaten Sorong pada bulan Juni 2024, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Sorong dan investor asal Cina, PT Sheng Wei New Energy Tecnology melakukan rapat koordinasi (Rakor) terbatas.
Rakor terbatas digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Sabtu (16/3). Rakor dihadiri Pj Gubernur Papua Barat Daya, yang diwakili Staf Ahli Gubernur bidang ekonomi, Pembangunan dan keuangan George Yarangga, Pelaksana Harian Bupati Sorong, Cliff Japsenang, Direktur Utama PT Sheng Wei New Energy Tecnology Mr Ru Guo Sheng, Direktur Utama Perusda PT Malamoi Olom Wobok, Direktur PT Sino Consultant Investment Indonesia, Adriana Imelda Daat.
Rakor dilakukan mengingat pihak investor sudah sejak tahun 2023 lalu telah berkomitmen untuk menginvestasi modalnya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabupaten Sorong. Dimana saat itu telah dilakukan penandatanganan MOU antara pihak investor dan pemerintah kabupaten Sorong.
Investasi senilai Rp75 triliun dengan membangun pabrik smelter nikel serta pabrik pembuatan baja dengan menggunakan metode economic green tersebut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah serta membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan masyarakat khususnya Masyarakat Orang Asli Papua (OAP).
Dalam rakor terbatas ini membahas sejumlah agenda penting diantaranya kesiapan Pemerintah dan pihak investor dalam percepatan investasi di kawasan KEK.
Dalam Rakor tersebut membahas sejumlah persiapan terkait proses Ground Breaking Pembangunan pabrik smelter nikel dan pabrik pembuatan baja di Kawasan KEK tersebut.
Selain itu dalam rapat tersebut juga membahas terkait persiapan pihak pemerintah dalam penyediaan bahan baku serta infrastruktur di kawasan ekonomi khusus Sorong.
Dimana areal yang dibutuhkan oleh pihak investor dalam pembangunan pabrik smelter nikel di kawasan tersebut membutuhkan lahan seluas 1000 hektar dari 500 hektar ketersedian lahan yang sudah siap di kawasan kek sorong, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya.
Rencananya di kawasan KEK Sorong akan dibangun dua pabrik besar yakni pabrik smelter nikel serta pabrik baja. Dimana pihak investor asal Cina PT Sheng Wei New Energy Technology dan satu perusahaan asal Cina lainnya akan menanamkan modal investasi sebesar Rp 75 triliun.
Staf Ahli Gubernur Papua Barat Daya bidang ekonomi pembangunan dan keuangan, George Yarangga mengatakan pihak Pemrov Papua Barat Daya mendukung penuh investasi pembangunan smelter di KEK Sorong.
“Pak Pj Gubernur Papua Barat Daya sudah berkomitmen dan intervensi pemprov ini untuk bisa bersinergi bersama Pemkab Sorong dan berharap KEK Sorong pada tahun ini bisa berjalan,”katanya.
Dijelaskan George bahwa keberadaan pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam rakor terbatas ini juga diharapkan dapat menyelesaikan setiap hambatan-hambatan yang ada dalam proses investasi tersebut.
“Diharapkan dengan pertemuan ini, ada tindak lanjutnya ada titik terang. Masalah-masalah dimana yang mungkin ada kendala-kendala dalam tahapan investasi ini harus kita ketemu dan bisa di selesaikan dengan intervensi Pemerintah agar proses percepatan investasi ground breaking pabrik smelter ini dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sino Consultan Investment, Adriana Imelda Daat mengatakan dalam rakor terbatas bersama pihak Pemerintah, membahas persiapan Groundbreaking pembangunan smelter nikel dan pabrik baja.
“Rakor kali ini lebih kepada persiapan ground breaking Smelter dan pabrik baja,”ujar Adriana.
Menurut Adriana selaku Perusahaan konsultan, pihaknya telah mendatangkan investor sejak tahun 2023 lalu. Kemudian kedatangan pihak investor kali ini lebih kepada melihat kondisi terkini ketersediaan bahan baku serta fasilitas penunjang lainya.
“Kalau untuk mendatangkan investor sendiri, kami selaku fasilitator sudah sejak tahun lalu. Hanya kali ini mereka datang dengan kondisi siap berinvestasi sekaligus melihat kondisi ketersedian bahan baku, fasilitas sarana prasarana infrastruktur,” ungkapnya.
“Mereka datang dengan tim yang lebih lengkap, karena mereka sudah siap untuk berinvestasi disini,” tegasnya.
Sebelum melakukan rakor, kata Adriana Dari hasil peninjauan di KEK Sorong, pihak investor telah memastikan Kawasan tersebut layak untuk mereka berinvestasi.
“Setelah melakukan peninjauan, mereka (investor) sudah memastikan bahwa KEK Sorong layak untuk mereka melakukan investasi,”katanya.
Ia juga mengatakan untuk kebutuhan tenaga kerja pada 2 pabrik yang akan di bangun di KEK Sorong membutuhkan tenaga kerja sebanyak 3000 orang yang akan diterima secara bertahap. Yang diharapkan Naker yang dilibatkan paling banyak adalah putra daerah atau Orang Asli Papua.
“Diperkirakan untuk tahap awal (kebutuhan tenaga kerja) membutuhkan sebanyak 3000 naker. Namun dilakukan secara bertahap. Kami berharap naker putra daerah (OAP) bisa lebih banyak dilibatkan,”tegasnya.
Ia mengimbau kepada para Naker yang telah mengetahui adanya informasi Pembangunan Smelter Nikel dan Pabrik baja ini dapat menyiapkan diri dari awal.
“Maka itu kami berharap dari sekarang, ketika mereka (Naker) mendengar bahwa akan dibangun Smelter dan Pabrik Baja, maka masing-masing dapat mempersiapkan diri. Sehingga waktunya tiba mereka juga siap untuk bersaing,”pungkasnya.
Sementara itu, Direktur PT Sheng Wei New Energy Technology Mr Ru Guo Sheng mengaku sangat bahagia atas sambutan hangat Pemerintah Indonesia bagi pihaknya yang akan berinvestasi di KEK Sorong.
Dengan mengusung program green economic, Mr Ru berharap seluruh proses investasi bersama Pemerintah Indonesia dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sorong dan Pemprov Papua Barat Daya dapat berjalan sesuai rencana.
Sebagai pihak investor lanjut Mr Ru Guo Sheng menegaskan pihaknya berkomitmen menyiapkan seluruh persyaratan untuk melakukan investasi di tanah Papua, khusunya di Kabupaten Sorong.
Usai Rakor terbatas selanjutnya dilaksanakan penandatanganan Berita Acara komitmen antara pihak investor dan Pemerintah dalam rangka persiapan Groundbreaking pembangunan Smelter dan pabrik baja di kawasan ekonomi khusus yang rencananya akan dimulai pada awal bulan Juni 2024.(zia)











