
SORONG-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat melakukan peninjauan ke sejumlah toko distributor dan pasar tradisional di wilayah Kota Sorong. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.

Kepala Bagian Perekonomian Kota Sorong, Milan Latumeten, menyampaikan bahwa komoditas yang dipantau meliputi beras, minyak goreng, serta bahan pangan seperti cabai, tomat, dan sayur-sayuran. Berdasarkan hasil pantauan, harga barang-barang tersebut terpantau bervariasi dan fluktuatif.
Mengenai kondisi harga di lapangan, Milan Latumeten mengatakan bahwa harga di pasaran saat ini bervariasi dan fluktuatif.
“Harga bervariasi dan fluktuatif ya, seperti barang pangan tadi cabai, tomat, dan lain-lain itu kan fluktuatif. Jadi minggu hari ini dia bisa lebih murah, kita tidak tahu minggu depan dia bisa naik lagi. Tapi yang kita harap harganya bisa stabil supaya juga masyarakat bisa mendapatkan harga yang terjangkau,” katanya, Kamis (12/2).
Milan juga mengatakan bahwa Terkait ketersediaan minyak goreng, ditemukan adanya harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Di salah satu distributor, harga minyak goreng tercatat mencapai Rp16.500, sementara HET yang ditetapkan adalah Rp15.700. Milan Latumeten menegaskan akan menindaklanjuti temuan tersebut.
“Tadi kita sudah lihat di salah satu toko distributor, itu ada terjadi harga yang cukup tinggi di atas HET. Nah, nanti kita akan komunikasikan lagi ke Dinas Perdagangan untuk mengatur harga yang tidak sesuai dengan HET ini,” katanya.
Milan juga mengimbau para pedagang untuk bekerja sama dan tidak melakukan praktik yang merugikan konsumen.
“Imbauan kami kepada distributor atau pedagang untuk bisa bekerja sama juga dengan kami menyiapkan barang-barang dengan harga yang terjangkau, kalau bisa jangan berspekulasi, jangan menimbun atau menyimpan barang di gudang, apalagi menjelang hari besar keagamaan,” katanya.
Sementara itu, Asisten Analis Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Christian Urbinas, menambahkan bahwa Bank Indonesia terus bersinergi dalam TPID untuk mengantisipasi lonjakan harga.
“Kami dari Bank Indonesia sendiri menghimbau kepada masyarakat terutama untuk tetap bijak dalam berbelanja menjelang Ramadan dan juga Idul Fitri, karena dari Pemerintah Daerah juga senantiasa untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan juga harga yang tetap terjangkau,” katanya.(zia)















