SORONG – Menjelang peresmian Pasar Modern, dari pantauan Radar Sorong, Senin (24/1 dibanjiri lapak atau los-los yang bersifat sementara (dibuat dari kayu seadanya dan terpal) yang didirikan di tempat parkiran dalam Pasar Modern.
Hal tersebut dikarenakan kapasitas Pasar Modern yang tidak bisa menampung semua pedagang yang akan pindah dari Pasar Boswesen. Sehingga Pemerintah Kota Sorong menjanjikan untuk menambah dan membangun lapak lagi. Tapi untuk sementara agar segera diresmikan dahulu, maka pedagang diarahkan untuk menempati Pasar Modern, meski yang belum miliki tempat diberikan kesempatan membangun lapak sementara tersebut.

“Peresmian kita lakukan apabila pedagang yang ada di Pasar Boswesen sudah pindah di sana (Pasar Modern),” kata Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM usai memimpin rapat koordinasi bersama dinas terkait dan perwakilan pedagang ikan Pasar Modern yang berlangsung di Ruang Anggrek Lt 2 Kantor Wali Kota Sorong, Senin (24/1).
Kata wali kota yang murah senyum ini bahwa Sebagian pedagang sudah pindah, hanya saja mereka yang ada di pasar ikan yang belum.
“Mereka di pasar ikan, saya sudah kasih solusi, mereka pindah dulu. Karena di sana (Pasar Modern) sudah disiapkan tempat. Mereka pindah dulu, semua pindah dulu. Supaya tempat itu kosong, kemudian kita tata tempat itu bagus,” tegasnya.
Lanjutnya, Karena Tempat Pelelangan Ikan (TPI) hanya ada di Klademak Jembatan Puri. Satu itu tidak cukup, karena penduduk Kota Sorong tinggi jadi yang konsumsi ikan juga tinggi.
“Jadi untuk menjawab tantangan, kita harus bangun TPI di wilayah Barat, wilayah Tengah dan di wilayah Timur. Supaya menjawab kebutuhan konsumen yang mencari ikan,” ujarnya.

“Nah, kalau mereka mau tetap ya silahkan. Tetapi kalau mau pindah, saya sudah siapkan tempat. Tapi, selain pedagang ikan, mau yang jual sayur, jual bumbu itu semua pindah. Karena tempat itu saya mau pagar dan rencananya saya akan bangun tempat itu tempat pelelangan ikan,” sambungnya.
Sementara itu, ketika melakukan kunjungan ke Pasar Modern, Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong, Andrianus Asmuruf mengatakan bahwa Pasar Modern sudah siap diresmikan.
“Persiapan hampir 95%. Oleh karena itu, semua pedagang yang saat ini masih berjualan di Pasar Boswesen termasuk penjual ikan sudah harus pindah dan menempati tempat-tempat yang sudah disediakan di Pasar Modern,” tegasnya.
Lapak yang akan dibangun Pemkot di tahun anggaran 2022 yaitu sebanyak 400 unit, disesuaikan dengan anggaran yang ada.
“Kemungkinan kami akan kembangkan sesuai dengan jumlah pedagang. Namun dipastikan pemerintah akan siapkan fasilitas yang representatif untuk kepentingan pedagang mama-mama Papua maupun lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinas Perdagangan ditugaskan hanya untuk menyiapkan infrastruktur buat pedagang. Kemudian untuk lapak-lapak yang dibangun oleh pedagang di tempat parkiran Pasar Modern hanya bersifat sementara hingga akan dibangun lebih layak oleh Pemerintah Kota Sorong.
“Lapak itu sementara saja, nanti kita akan bangun lebih layak lagi,” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang yang enggan menyebutkan namanya ini mengaku tidak mendapatkan tempat sehingga ia terpaksa membangun lapak sementara tersebut di tempat parkiran Pasar Modern.
“Tidak dapat tempat, kami di Pasar Boswesen banyak. Pasar modern tidak bisa tampung semua. Terpaksa pakai tempat parkir. Semoga pemerintah bisa bangun yang lebih layak lagi. Karena kita hanya pakai terpal saja ini,”pungkasnya. (zia)















