SORONG– Menjelang Musda BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Sorong, Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Barat Daya, Ir H. Muhammad Said, ST, IPM, M.Pd turut memantau perkembangan dan berharap pelaksanaan Musda KKSS September 2025 mendatang berjalan lancar.
Karena itu menurutnya, panitia pengarah maupun panitia pelaksana dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. “Pelaksanaan Musda nanti disusun acaranya sehingga tidak terkesan asal-asalan, karena ini agenda luar biasa, agenda 5 tahunan,”ujar H. Said dalam bincang-bincang dengan media ini usai menghadiri acara Jambore Masyarakat Adat Papua Barat Daya di Rylich Panorama Hotel baru-baru ini.
Ketua BPW KKSS Papua Barat Daya senang melihat antusias warga KKSS Kota Sorong yang akan maju dalam bursa bakal calon ketua KKSS Kota Sorong. Menurutnya, dengan banyak kandidat ketua yang akan maju tentunya akan memberikan warna di dalam Musda KKSS Kota Sorong.
“Namun demikian teman-teman yang memang punya keinginan maju, siap untuk menyita segala waktunya nanti, mungkin juga bisa mengganggu dompetnya, termasuk hal-hal bagaimana kita membangun kebersamaan kedepan. Itu yang harus betul-betul dipikirkan dengan baik,”ujar H. Said.
Lanjut dikatakan, jangan sampai maju karena ada sesuatu hal yang sifatnya mungkin hanya untuk pribadi atau mungkin pula hanya untuk segelintir orang.
“Tapi bagaimana kedepan teman -teman yang mau maju ini betul-betul punya visi besar untuk bagaimana KKSS di Kota Sorong tetap dalam satu tungku, yaitu betul-betul KKSS, tidak ada kelompok-kelompok,”pesannya.
Soal adanya perbedaan-perbedaan termasuk terkait adanya yang menghendaki tokoh muda dan tua memimpin KKSS Kota Sorong, menurutnya itu wajar saja terjadi,
Namun ditegaskan bahwa dari perbedaan yang muncul pada setiap perhelatan, termasuk dalam Musda KKSS Kota Sorong, tentu dibutuhkan adanya kedewasaan semua pihak agar bagaimana perbedaan itu dirajut menjadi satu kesatuan yang utuh.
“Sehingga pada saat nanti setelah terbentuknya kepengurusan yang baru 2025-2030, tidak ada lagi kelompok-kelompok , itu yang harus kita perkuat dan itu menjadi harapan kira semua warga KKSS,”ucap H. Said.
Dari perbedaan-perbedaan yang muncul, maka Ia berharap SC yang mengatur jalannya tata tertib Musda agar tetap netral sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama.
Jadi tidak perlu memandang tua muda? “Kalau saya sih selama punya komitmen yang kuat untuk bisa merajut kebersamaan yang ada pada kita semua warga KKSS. Jangan karena ada sesuatu hal menjadikan kita tidak satu lagi, buat saya siapa pun, karena anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) kita tidak membatasi itu. Selama orang itu adalah betul-betul orang KKSS,”jelasnya.
Yang pasti menurutnya, untuk kriteria maupun persyaratan calon ketua kembali kepada AD/ART yang nantinya akan disusun oleh SC.
“Sehingga dalam Musda kedepan nanti tidak ada yang merasa disepelekan, kita punya hak semua . Tidak mungkin kita batasi seseorang yang ingin membangun sebuah persamaan karena saya yakin dan percaya bahwa teman-teman yang mau maju ini memang punya komitmen yang besar,”ujar Ketua BPW KKSS Papua Barat Daya, H. Said.
Agar BPD KKSS Kota Sorong dapat terus maju, menunjukkan kiprahnya, Ia berharap KKSS kedepan tidak ada lagi kelompok-kelompok yang memecah belah warga KKSS. “Kita tetap berada pada rumah besar KKSS. Bisa menyatukan warga KKSS,”tandasnya.
Sesuai AD/ART lebih lanjut, H. Said menegaskan bahwa KKSS bisa kemana saja tapi tidak boleh dimasukkan kemana-mana, tidak boleh ditarik sana-sini.
“Harus punya pendirian, apalagi sebagai organisasi yang besar harus punya pendirian. Jangan karena di sana mungkin ada hal-hal yang menguntungkan secara pribadi akhirnya ke sana, kemudian nanti ada lagi ke sana lagi. Tidak bisa ditarik kesana kemari, tapi bisa berkomunikasi dengan siapa saja, termasuk dengan pemerintah, bahkan dengan pemerintah itu harus,”urainya.
Menanyakan pengalaman yang dirasakan memimpin KKSS Papua Barat Daya, H. Said mengatakan luar biasa. Dimana salah satu cara yang ditempuh adalah berusaha untuk mendatangi warga saat-saat tertentu, seperti saat warga mendapatkan kesusahan.
Soal pengorbanan dari sisi finansial, dikatakan H. Said bahwa hal itu bukan yang terpenting. Karena menurutnya yang dibutuhkan masyarakat adalah perhatian.
“Kalau bicara soal finansial, saya kira sebesar apapun finansial tetap tidak mencukupi , itu kalau kita bicara tentang finansial. Tapi bicara tentang hati, seorang pemimpin harus punya hati, perhatian terhadap masyarakat yang dipimmpinnya. Harus selalu siap dengan warga,”ujar H. Said.
Dalam hal ini, memimpin organisasi tidak harus selalu mengandalkan finansial. Dan menurutnya, jika terlalu mengandalkan finansial bisa saja terjadi di bawah nanti seakan-akan membedakan satu dengan yang lain.
“Karena tidak mungkin kita bisa melakukan semua, jadi kita hindari hal-hal yang bicara menyangkut finansial terhadap warga kita. Tetapi yang kita harapkan kedepan, bagaimana kebersamaan itu ada, perhatian seorang pemimpin terhadap warga yang dipimpinnya itu harus betul-betul ada,”ulasnya.
Menanyakan lebih banyak suka atau dukanya memimpin KKSS Papua Barat Daya, H. Said menjawab bahwa bicara kepemimpinan maka tidak bisa bicara dukanya. Baginya yang dihadapi semua dinikmati.
“Karena dibilang dukanya ketika ada yang kita inginkan tapi tidak terpenuhi, ada yang kita inginkan dari masyarakat tapi kita tidak mendapatkan itu sehingga menganggap itu duka , bagi saya tidak. Kalau itu terjadi pada diri seorang pemimpin anggaplah itu sebagai tantangan yang harus kita dorong kedepan sehingga semua bisa terselesaikan dengan baik, tanpa merasa ada sakit hati disini, dijalani dengan enjoy saja,”terang H. Said.
Menghadapi masalah saat memimpin organisasi baginya dipandang sebagai sebuah tantangan yang harus dilalui, sehingga ketika mendapatkan tantangan yang lebih besar lagi maka sudah siap menerimanya.
Termasuk yang dialami H. Said yang belum terpilih pada Pemilu legislatif dan dan Pemilukada 2024 lalu. Mantan calon wakil walikota Sorong berpasangan dengan alm Abner Jitmau pada Pilkada Kota Sorong menggap dirinya tidak berhasil.
Karena Ia mengambil sisi positifnya bahwa setelah Pileg maupun Pilkada luar biasa, jangkauannya tambah luas, bukan hanya di kalangan KKSS tapi warga di Kota Sorong dan Papua Barat Daya pada umumnya .
“Semua hal yang kita alami di dalam memimpin organisasi selalu harus mengambil sisi positifnya dan yang sisi negatif kita anggap sebagai tantangan yang harus kita lalui,”tandasnya.
“Semoga yang terpilih nanti di Musda KKSS Kota Sorong betul-betu yang terpilih adalah seorang yang punya komitmen besar untuk bisa mempersatukan kita di tanah rantau,”harap H. Said mengakhiri perbincangan. (ros)












