Serunya Mengikuti Media Gathering PT Gag Nikel di Bandung, Jawa Barat ( 1 )
MERUPAKAN agenda rutin tahunan PT Gag Nikel menggelar media gathering yang bertujuan tak lain untuk lebih mengakrabkan antara para jurnalis dengan jajaran PT Gag Nikel. Jika tahun lalu, media gathering PT Gag Nikel memilih Kota Daeng Makassar, tahun 2023 ini, lokasi dipilih di kota kembang, Bandung, Provinsi Jawa Barat. Apa saja yang terungkap dari acara media gathering di Bandung, berikut catatan Radar Sorong yang turut serta dalam media gathering PT Gag Nikel.
MERUPAKAN “rejeki” yang sangat indah, di awal tahun 2023 ini, bisa menginjakkan kaki di Kota Kembang Bandung. Memenuhi undangan PT Gag Nikel untuk mengikuti kegiatan media gathering di Kota Bandung merupakan kebahagiaan tersendiri, sebab selain bisa bertemu, bercengkerama dengan rekan-rekan pers dari berbagai media, juga bisa lebih mengenali kegiatan perusahaan tambang PT Gag Nikel serta top leadernya.
Bahwa dibalik kerasnya kegiatan operasi PT Gag Nikel yang berlokasi di Pulau Gag Kabupaten Raja Ampat, ternyata ada sesosok pemimpin muda yang kalem nan lembut , dia adalah Arya Arditya Kurnia yang dipercaya menjabat sebagai Plt Presiden Direktur.
Selain itu di jajaran direksi PT Gag Nikel, juga ada Ismadi YS Jenal, Direktur HC dan ADM yang tampil penuh kebapakan. Bukan hanya itu dalam kegiatan media gathering, dijajaran pimpinan PT Gag Nikel juga tampil sosok muda yang begitu menguasai data-data, kegiatan dan segala keberlangsungan PT Gag Nikel , dia adalah Mustajir yang menjabat Corsec, Legal & External Relation Senior Manager)
Dan yang sangat dekat, penuh akrab dengan rekan-rekan media khusunya media yang home basenya di Kabupaten Raja Ampat adalah bapak asal Manado, Sulawesi Utara, Ruddy Sumual yang sehari-hari menjabat Sorong Office & Comderv Manager PT Gag Nilkel).
Itulah diantara jajaran pimpinan PT Gag Nikel yang ada dalam catatan Radar Sorong , dan yang tak terlupakan dan selalu membersamai rekan-rekan media selama kegiatan media gathering berlangsung di Kota Bandung adalah Arie Wasnari (General Affair Senior Offecer).
Media gathering yang berlangsung tanggal 9-12 Februari lalu diikuti 20 peserta terdiri dari 18 jurnalis dan 2 orang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Meski jadwal kegiatan yang ditetapkan hanya 3 hari, namun namanya kaum perempuan saat berangkat selalu saja tas ransel “penuh”.
Kumpul di Bandara Dominer Eduard Osok (DEO) Sorong sekitar pukul 09.00 WIT, 20 orang wartawan dan LSM bertolak ke Bandung pada Kamis 9 Februari 2023, bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke 77.
Karena jadwal ke Bandung lewat jalan darat, oleh Pak Arie yang menjemput kami di Bandara, diajak untuk transit sejenak di Jakarta untuk mengisi “kampung tengah” .
Waktunya jam makan siang, tiba di Restaurant “Pagi Sore” di Jakarta, kami pun dibuat takjub dengan banyaknya hidangan menu yang sudah tersedia di meja.
“Wow …menu nasi Padang super duper lezat,”gumamku. Bukan hanya nasi padang dengan segala pernak perniknya, aneka minuman jus timun, jus tomat, dan lain-lainnya tinggal pesan . Irisan potongan jeruk sunkist yang tersaji dalam piring kecil laris manis dan seketika habis.
Mulai dari gulai ikan, rendang, ayam kari dan lainnya semua jadi menu pilihan yang menemani santap siang kami. Karena perjalanan masih panjang, usai isi kampung tengah, kami pun bergegas menuju ke Kota Bandung.
Dengan menumpang bus yang dikemudian Ogut, perjalanan Jakarta—Bandung yang menelan waktu hampir 3 jam tidak terasa. Terlebih selama dalam perjalanan ke Bandung rekan-rekan jurnalis pada unjuk kebolehan dengan karokean menyanyikan lagu –lagu favoritnya.
Sembari menyaksikan pohon-pohon nan hijau serta hamparan sawah dan kebun yang sesekali terlihat di perbukitan, tampilan suara emas dari Willem, Niko, Derek dan lainnya cukup menghibur.
Dalam karokean di Bus, dalam perjalanan Jakarta-Bandung, Bandung-Jakarta ternyata ada satu lagu favorit yang sering dinyanyikan adalah lagu “Sopi Kapala” . Tentang lagu Sopi Kapala yang asal timur itu, Radar Sorong pun ikut menyimak syairnya yang terpampang nyata di layar TV bus dan ternyata lagunya memang asyik. “Rindu…kaka rindu ko ade..”.
Selain sopi kapala, tembang lawas dan lagu-lagu daerah timur lainnya jadi pilihan. Masih dalam perjananan Jakarta- Bandung, memalingkan wajah ke jendela bus, beberapa kali terlihat truk pengangkut kontener yang berisi barang-barang produksi siap dipasarkan melewati bus kami. Banyaknya truk-truk pengangkut kontainer yang melewati kawasan Cikarang menandakan hidupnya sektor industri di daerah itu.
Kian beranjak sore, bus pun makin melaju kencang. Setelah Asyik menikmati perjalanan Jakarta-Bandung,malam harinya kami pun tiba di Kota Bandung . Jalan Kota Bandung yang tidak luas ditambah padatnya kendaraan membuat sopir bus harus benar-benar esktra sabar menjejali dan keluar dari kemacetan itu. Aura Bandung sebagai kota besar, kota mode terlihat jelas disela gemelapnya lampu-lampu neon yang ada di pertokoan, café-café maupun restaurant di Kota Bandung.
“Pasti capek, ayo makan, makan dulu,”ujar Ruddy saat menyambut kedatangan kami untuk santap- malam di Hotel Crowne Plaza Bandung. Usai bersantap malam, kami pun kembali ke bus menuju ke hotel tempat kami menginap yakni di Hotel Ibis. Dan esok paginya, (Jumat, 10/2), digelar Rapat Koordinasi Eksternal yang dihadiri Plt Presiden Direktur Arya Arditya Kurnia. (rosmini/bersambung)













