SAR Sorong Masih Butuhkan Personel dan Peralatan
SORONG-Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Sorong menyumbangkan 53 kantong darah kepada masyarakat Sorong melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Sebanyak 53 kantong darah tersebut dikumpulkan saat pelaksanaan Aksi Donor Darah, dalam rangka HUT Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI ke 51 tahun, Rabu (22/2) di Kantor Sar Sorong.
PS Kepala Kantor SAR Sorong, Syaiful Widjanarta SE, menjelaskan 80 kantong darah tersebut didapatkan dari 8 instansi yang diundang beserta personel SAR Sorong. Di usia Basarnas yang ke-51 ini, sambung Syaiful Basarnas Indonesia telah melaksanakan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan, aksi sosial berupa Donor Darah dengan tema setetes darah untuk secercah harapan.
“Kami juga akan melaksanakan penanaman bibit Manggrove dan berbagai perlombaan yang dilaksanakan secara internal. Harapan pimpinan diusia ke-51 ini cepat tanggap selamatkan jiwa,”jelasnya kepada media.
Dikatakan Syaiful, tepat di Hari Ulang Tahun Basarnas ke-51 tahun hari Selasa (21/2), Presiden RI membuka kegiatan Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan (FKP3). Presiden RI menyampaikan bahwa akan ada penambahan peralatan pada Basarnas.
“Dalam sambutannya, poin-poin yang disampaikan, ada peralatan yang bersifat terbaru, semoga bisa di akomodir di tahun 2023 ataupun 2024,”ujarnya.
Peralatan terbaru yang dimaksud adalah, Robot Urbansar Resque. Dimana, Robot Urbansar adalah robot yang berbentuk seperti ular, yang memiliki kegunaan dapat mencari korban di dalam reruntuhan bangunan ketika terjadi bencana.
“Ketika korban didapatkan, selanjutnya tim akan melakukan akses untuk membuka, yang disebut Urbansar Resque. Dan kami di Sar Sorong ini membutuhkan Robot Urbansar dan Drone,”ungkapnya.
Sebab, tambah Syaiful, SAR Sorong hanya memiliki peralatan umum seperti 3 unit kapal, mobil, dan perlatan penyelamatan.
Sementara peralatan khusus belum dimiliki. Selain itu, tambah Syaiful perlu adanya peningkatan kapasitas personel untuk tim Urbansar pada setiap kantor Basarnas di wilayah.
L
“Kami di sini hanya 67 personel berstatus PNS, PPNPN sebanyaj 14 personel dan outsourcing ada 15 personel. Dan 67 PNS tersebut sudah terbagi di Kantor SAR, 2 Pos SAR, Unit Sorong Selatan dan di 3 kapal,”ungkapnya seraya menambahkan SAR Sorong masih minim personel, sehingga diharapkan ada tambahan personel di seluruh Kantor SAR di wilayah Indonesia.(juh)















