SORONG – Minggu ini merupakan moment bersejarah bagi Provinsi Papua Barat Daya (PBD), provinsi ke-38 di republik tercinta ini. Bersejarah karena pemerintah melalui organ independennya Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka ruang bagi Provinsi PBD untuk menseleksi putra-putri terbaik di daerah ini untuk memikul jabatan sebagai ‘Golden Bridge’ (jembatan emas) antara masyarakat dan Pemerintah Provinsi PBD dengan pemerintah pusat di Jakarta.

Provinsi termuda yang penuh potensi ini tentu membutuhkan figur yang mampu memahami ‘peta’ daerahnya, peka dalam menangkap aspirasi masyarakat dan kepentingan-kepentingan mendesak pemerintah daerah untuk diartikulasikan di tingkat nasional.
“Berangkat dari hal di atas, saya H. Hartono yang dikenal dengan Songkok Hijau hari ini (11/5) tampil mengambil peran tersebut dengan mendaftarkan diri menjadi calon Anggota DPD RI Periode 2024-2029,” ujar Hartono.
Songkok Hijau berharap siapapun nanti senator yang terpilih sebagai ‘duta’ dari Provinsi PBD ini dapat menjalankan tugas fungsinya dengan baik, sehingga provinsi termuda dari segi kelahirannya ini dengan segera menyusul kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat seperti provinsi-provinsi lain.
Beberapa catatan yang menjadi stressing Hartono dalam pleno-pleno atau paripurna DPD RI ke depan yaitu:
Pertama, ketimpangan kewenangan suara daerah (DPD RI) dalam perumusan kebijakan di tingkat nasional meskipun legitimasinya cukup kuat. Amandemen kelima konstitusi tentu harus menjadi perhatian semua kekuatan politik di Jakarta.
Kedua, gap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat antara kawasan barat dan timur masih dirasakan. Keberpihakan anggaran untuk daerah tertinggal, provinsi-provinsi baru harus menjadi concern bersama.
Ketiga, sektor ekonomi mikro kecil harus mendapat affirmasi yang sungguh-sungguh, sehingga mampu bersaing dengan pelaku ekonomi besar yang dirasakan masih mendominasi ekonomi kita.
Ditegaskan bahwa, kolabirasi yang efektif antara anggota DPR RI dan anggota DPD RI dengan pemerintah daerah tentu menjadi prasyarat dalam menjalankan kerja politik ke depan.
“Terimakasih kepada elemen masyarakat lintas suku, agama, profesi di kabupaten/kota di Sorong Raya yang telah memberi dukungan kepada saya dalam memenuhi persyaratan di setiap tahapan oleh penyelenggara pesta demokrasi yaitu KPU Provinsi Papua Barat Daya yang telah bekerja profesional dan transparan,” pungkasnya.
Berdasar pantauan Radar Sorong Hartono berangkat dari Grha Yabsira (Jl. Madukoro Km 12 masuk) diiringi hadrah, suling tambur dan para pendukungnya berjalan kaki menyusuri Jalan Ataa, dan setibanya di Hotel Luxio di Km 12 disambut kesenian Turonggo Setyo Budoyo (Kediri Jawa Timur). Kemudian Hartono bersama rombongan masuk ke kantor KPU PBD di Hotel Luxio, melakukan pendaftaran sebagai calon Anggota DPD RI. Hartono diterima Pjs Ketua KPU PBD Fatmawati, S.PdI didampingi Abdul Muin, serta disaksikan Plt. Bawaslu Provinsi PBD. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokumen milik Hartono baik kelengkapan maupun kesesuaiannya antara hard copy dengan dokumen digital, KPU menyatakan lengkap dan sesuai.(akh)













