SORONG – Kenaikan harga kacang kedelai berdampak pada usaha pembuatan Tempe-Tahu di wilayah Sorong. Tak mau mengalami kerugian, akhirnya salah satu pengusaha Tempe-Tahu mengurangi sedikit ukuran Tahu-Tempe.
Salah satu pengusaha Tempe-Tahu, Arini menuturkan kenaikan kacang kedelai tentunya membebani para pengusaha rumahan Tempe-Tahu, sebab pendapatan yang diterima pun akan berkurang. ”Jadi pintar-pintarnya para pengusaha rumahan Tempe-tahu untuk menyiasati penjualan tempe-tahu agar tidak mengalami kerugian,” jelas Arini, kemarin.
Menurutnya, salah satu siasat yang digunakan adalah mengurangi sedikit ukuran Tempe-Tahu daripada harus menaikan harga Tempe-Tahu. Karena jika ada kenaikan harga, konsumen pastinya keberatan. ”Jadi kita punya harga jual Tempe dan Tahu harus tetap normal. Tetapi harga kedelainya naik, makanya pintarnya para penjual dalam mensiasati agar penjualannya tidak merugi, salah satunya dengan mengurangi ukuran Tempe maupun Tahu,” ungkapnya.
Diakui Arini, harga kacang kedelai saat ini mencapai Rp 58 ribu perkarung, padahal biasanya hanya Rp 56 ribu. ”Kami ambil Kacang Kedelai dari Surabaya, dan dari agen harganya memang sudah naik. Bahkan, nanti kalau stok kacang kedelai masuk lagi, harganya akan naik lagi,” imbuhnya. (juh)















