AIMAS – Masyarakat Kampung Warmon Kokoda di Kabupaten Sorong menjadi target Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong dalam pemberantasan buta aksara. Upaya tersebut dilakukan oleh Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) UNIMUDA Sorong dengan memanfaatkan media flash card.
Ketua Tim PKM, Muhamad Ali Kasri mengatakan, program ini merupakan wujud nyata komitmen UNIMUDA Sorong dalam upaya untuk memerangi tingkat buta aksara di kawasan terpencil Papua. Dimana program tersebut juga diprioritaskan bagi masyarakat suku asli Papua di Kampung Warmon Kokoda.
“Program ini bertujuan untuk mengurangi tingkat buta aksara dan meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat kampung Warmon Kokoda, sebagai suku asli Papua dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik,” ujar Muhammad Ali Kasri.
Keputusan penggunaan media flash card dalam program ini juga berdasarkan keistimewaan khusus yang dinilai selaras dengan kehidupan masyarakat Kampung Warmon.
“Media flash card sendiri dirancang secara khusus untuk membantu masyarakat belajar membaca dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dengan gambar dan kata-kata yang relevan dengan konteks kehidupan sehari-hari masyarakat kampung Warmon Kokoda,” kata dia.
Program tersebut dikolaborasikan bersama komunitas guna mendorong partisipasi aktif masyarakat setempat dalam pembelajaran, menggalang dukungan keluarga memberikan lingkungan belajar yang positif. Pendampingan instruktur terlatih dalam memberikan bimbingan kepada peserta juga dinilai dapat membantu masyarakat memahami materi pelajaran dengan lebih baik, dan memantau kemajuan mereka.
Selanjutnya pada tahap evaluasi, pengukuran kemajuan dilakukan melalui sistem pelacakan kemajuan guna memastikan bahwa setiap peserta memiliki pemahaman yang kuat tentang konsep-konsep dasar membaca.
Muhammad Ali Kasri menyebutkan, Kampung Kokoda dipilih sebagai lokasi penerapan program berantas buta aksara, sebab kampung tersebut merupakan salah satu kampung terpencil yang berada di Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya. Mayoritas warga di Kampung Warmon juga merupakan suku asli Papua, yaitu suku Kokoda.
Suku Kokoda menjalani hidup dengan cara nomaden atau berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain sampai pada akhirnya mendapatkan hibah dari Muhammadiyah seluas tanah 2 hektar sebagai lahan resmi bagi suku Kokoda. Tahun 2015 Kampung Kokoda resmi menjadi Desa Warmon Kokoda tepatnya tanggal 12 Desember 2015.
Ia berharap PKM yang sepenuhnya dibiayai langsung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tersebut dapat menurunkan tingkat buta aksara yang tinggi di Kampung Warmon Kokoda.
“Kampung Warmon Kokoda merupakan salah satu kampung binaan UNIMUDA Sorong. Oleh karenanya, ini menjadi perhatian bagi UNIMUDA Sorong dalam memberantas buta aksara di kampung ini. Program ini adalah langkah awal yang penting menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Apalagi penurunan buta aksara menjadi salah satu indikator dari keberhasilan atau kemajuan pendidikan suatu daerah. Melalui program kemitraan ini outputnya adalah, agar buta aksaran di kampung Warmon Kokoda ini menurun. Sehingga dengan begitu sektor-sektor lain seperti ekonomi, wisata di kampung ini dapat berkembang, ”harap Kasri. (ayu)















