AIMAS – Perjalanan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) tahun 2023 yang merupakan kerja sama antara Bank Indonesia (BI) Papua Barat dengan Komando Armada (Koarmada) III Sorong kali ini diberangkatkan menggunakan KRI Panah-626 dengan jarak tempuh 2.200 kilometer. Pelepasan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilakukan langsung oleh Panglima Koarmada III, Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi, Jumat (13/10).
Diberangkatkan dari Dermaga Koarmada III Sorong, adapun rute yang akan dilalui Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun ini, diantaranya Pulau Waisai, Kabupaten Kaimana, Pulau Nama Tota, Pulau Panjang Fiberglass, Pulau Karas dan berujung di Manokwari. Ekspedisi rupiah 13-19 Oktober 2023 tersebut akan melibatkan 15 Pemuda pejuang Rupiah dari nusantara.
Kadiv Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mengatakan, kegiatan ekspedisi rupiah berdaulat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah layak edar di masyarakat dengan jumlah dan pecahan uang Rupiah yang dibutuhkan.
“Selain menyediakan pelayanan penukaran uang Rupiah layak edar melalui kas keliling, ekspedisi ini juga membawa misi lain. Dimana masyarakat juga akan diberikan edukasi untuk lebih cinta, bangga dan paham rupiah. Adapun program bantuan sosial dedikasi untuk negeri di bidang pendidikan, lingkungan dan sosial budaya. Termasuk Baksos pembagian bahan pangan kepada sejumlah masyarakat di masing-masing pulau tujuan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan,” ujar Marlison Hakim.
Tahun ini, kata Marlison, ekspedisi rupiah berdaulat dilaksanakan di 17 provinsi dengan target menyasar 85 pulau. Dalam ekspedisi tersebut BI membawa sebanyak Rp 128 miliar uang rupiah layak edar. “Di 16 Provinsi sudah dilaksanakan, hari ini Papua Barat dan papua Barat Daya menjadi provinsi ke-17 (terakhir) sebagai penutup pelaksanaan ekspedisi rupiah tahun ini.Dalam ekspedisi kali ini, tim akan membawa sebesar Rp 5 miliar rupiah uang layak edar untuk didistribusikan ke daerah 3T yang menjadi tujuan ekspedisi tersebut,” lanjutnya.
Sementara itu, Panglima Koarmada III melalui Kepala Staf Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Singgih Sugiarto mengatakan bahwa, pelaksanaan kegiatan ekspedisi rupiah merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Bank Indonesia dengan TNI AL tentang pendistribusian pengamanan dan pengawalan uang Rupiah antar Kantor Bank Indonesia maupun ke lokasi 3T.
Dikatakan dalam sambutannya, Bank Indonesia sebagai Bank Sentral Indonesia bertujuan mencapai dan menjaga kestabilan nilai rupiah juga untuk mengkampanyekan nilai cinta, bangga dan paham rupiah kepada masyarakat yang merupakan pelaksanaan program dedikasi untuk negeri.Sementara TNI Angkatan Laut sebagai Garda terdepan pertahanan bangsa memiliki tugas menjaga dan menegakkan kedaulatan NKRI. Inilah yang menjadi titik temu kerjasama yang dibangun antar dua elemen bangsa antara Bi dan TNI Angkatan Laut yakni kesamaan dalam menjaga kedaulatan serta kesamaan kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional.
“Bank Indonesia bertugas dan berkepentingan menjaga kedaulatan NKRI melalui pemenuhan kebutuhan rupiah yang layak edar di seluruh wilayah Indonesia. Sementara TNI AL memiliki sarana memadai untuk menjangkau seluruh wilayah perairan dan wilayah 3T yang ada di Indonesia,” tambah Kepala Staf Koarmada III.Di samping itu, TNI Angkatan Laut juga berkepentingan dalam menjamin kelancaran roda pembangunan nasional di seluruh NKRI. Dimana salah satu bagian pentingnya adalah membangun kegiatan perekonomian berupa transaksi keuangan yang menggunakan mata uang Rupiah. Sehingga mata uang Rupiah menjadi tuan rumah tunggal dan berdaulat di seluruh wilayah Indonesia. (ayu)














