
AIMAS– Sejumlah sekolah di Kabupaten Sorong, hari ini tidak menerima makanan bergizi gratis (MBG) yang biasa disediakan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal ini terjadi setelah beredarnya video yang menunjukkan adanya belatung dalam lauk telur rebus yang dibagikan di salah satu sekolah di Kelurahan Malagusa, Distrik Aimas.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah SMA Negeri 2 Aimas. Saat dikonfirmasi, pihak sekolah menyebut pada Jumat (8/8), makanan bergizi gratis tidak diantarkan dengan alasan teknis dari dapur penyedia.
“Hari ini tidak diantarkan MBG. Tadi saya ditelepon oleh pihak dapur MBG karena sudah siang dan juga katanya gasnya habis jadi mungkin proses masaknya terganggu, jadi disampaikan nanti hari Senin begitu,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Aimas, I Ketut Widura.
Ia menjelaskan bahwa program MBG di sekolahnya baru berjalan selama dua minggu.
“Pelaksanaan MBG dimulai perdana pada hari Senin tanggal 4 Agustus tahun 2025. Saat itu pihak dapur MBG mengantarkan makanan ke sini itu sekitar jam 11.00 WIT siang, setelah itu ada pengarahan baru dibagikan ke anak-anak,” ujarnya.
Pihak sekolah pun terus melakukan pengawasan ketat terhadap makanan yang dibagikan.
“Jadi di sini anak-anak selalu diarahkan periksa dulu makanannya, jangan sampai terjadi apa-apa. Makanan harus dicium dulu, kemudian dimakan,” jelasnya.
“Jadi kami sering mengingatkan seperti itu, untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkannya,” tambahnya.
Ketut, menyebut pihaknya waspada terhadap risiko seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain.
“Jangan sampai terjadi seperti di provinsi-provinsi lain yang sudah melaksanakan MBG. Itu ada yang keracunan, itu kita jaga sekali. Jangan sampai kita terkena dampak yang tidak baik dari MBG,” ungkapnya.
Terkait sumber makanan, Ketut mengatakan bahwa lokasi berada dari dapur MBG yang berada di areal salah satu hotel Kabupaten Sorong.
“Kalau MBG dari dapur hotel Aimas, dari situ. Kalau soal menunya itu mungkin relatif ya, karena anak-anak kan biasanya ada yang suka ayam. Ada juga yang tidak suka,” jelasnya.
“Untuk pelayanan dapur MBG dari SD, SMP, dan SMA yang jaraknya 5 km dari Hotel Aimas,” tambahnya.
Ketut, juga menginformasikan bahwa jumlah siswa penerima MBG sesuai dengan nama-nama siswa yang terdaftar di data Dapodik. “Kalau siswa kita jumlahnya 1005 yang aktifnya di Dapodik yang terdaftar. Sehingga MBG yang dibawakan ya sejumlah itu,” ujarnya.
Informasi tidak diantaranya MBG, Ketut mengaku baru menerima informasi ketika sudah mendekati waktu jam pulang sekolah.”Kita belum bilang anak-anak karena sudah pas jam 11.45 WIT, sudah jam pulang. MBG diantar Senin sampai Jumat,” pungkasnya.
Dari pantauan Radar Sorong di dapur SPPG Yayasan Cahaya Ufuk Timur yang berlokasi di Jalan Baru Klamono, Distrik Aimas, menunjukkan sejumlah ompreng makanan masih terikat di luar area dapur. Beberapa pekerja juga masih tampak beraktivitas membersihkan atau mencuci ompreng tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Cahaya Ufuk Timur dan Badan Gizi Nasional belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.(zia)















