• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Rabu, 23 September 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Berikan Waktu 3 Hari, Masyarakat Adat Suku Besar Moi Tuntut YK Minta Maaf

by admin
20 Februari 2024
in Berita Utama
0
Berikan Waktu 3 Hari, Masyarakat Adat Suku Besar Moi Tuntut YK Minta Maaf

Masyarakat Adat Suku Besar Moi melakukan jumpa pers.(Fauzia/Radar Sorong)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jika Tidak Diindahkan Masyarakat Adat Suku Besar Moi Akan Lakukan Aksi
SORONG-Masyarakat Adat Suku Besar Moi berikan pernyataan sikap atas peristiwa yang terjadi pada hari Senin 19 Februari 2024 di Halaman Apel Kantor Gubernur. Yang mana YK salah satu Pejabat di Pemerintahan Provinsi Papua Barat Daya melakukan aksi yang dinilai merupakan sikap yang tidak terpuji kepada Eda Doo di depan publik.

Dalam pernyataan sikap, masyarakat Adat Suku Besar Moi menuntut agar YK melakukan permohonan maaf. Dirinya diberikan waktu 3 hari, jika tidak melaksanakan maka masyarakat adat suku besar Moi akan melakukan aksi.

Berita Terkait

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

20 September 2026
57
4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

18 September 2026
125
MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga

13 September 2026
30

Eda Doo diketahui merupakan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Papua Barat Daya, yang mana bertanggung jawab dalam kepengurusan RT termasuk penyediaan barang, dalam hal ini seragam ASN bagi ASN Pemprov PBD.

Kronologis kejadian berawal melalui rekaman video yang telah tersebar di berbagai media sosial yang menunjukkan YK di tengah Halaman Apel Gubernur tepatnya di Kantor Dinkes PBD sedang memegang mic dan mengarahkan beberapa pegawai ASN Pemprov PBD untuk membawa seragam ASN yang nampak baru untuk dibakar.

Hal tersebut terjadi diduga karena seragam ASN yang telah dibuat tidak sesuai.

Screenshot video ketika YK mengajak Pegawai ASN lainnya untuk mengumpulkan seragam ASN.

“Bawa-bawa (seragam) datang ke sini bakar. Bawa minyak Kita bakar! Kamu takut buat?. Rekam saja, baru kasih ke dia, biar ini jadi bahan bicara, biar dia lapor,” ketus YK melalui rekaman video berdurasi 02:43 menit tersebut.

“Provinsi ini kami urus, dia datang bukan barang yang dia urus. Ambil minyak, siram bakar (menunjuk ke seragam ASN yang berada di lantai halaman apel). Kamu takut kah, ambil minyak Kita bakar di depan kantor ini. Kalau tidak, bawa depan kantor gubernur,” sambungnya.

“Dia pikir dia hebat. Jangan bawa datang kelakuan yang tidak baik di Kota Sorong baru bawa datang di provinsi ini. Provinsi ini kita urus, bukan dia yang datang urus. Silahkan rekam lapor, kalau mau lapor. Kita tidak ke mana-mana. Kita ada di Sorong ini sampai Tuhan Allah datang,” kata YK lagi.

Diketahui seragam tersebut hanya dikumpulkan namun tidak dibakar.

Tetapi akibat video yang telah viral tersebut, masyarakat Adat Suku Besar Moi melakukan pernyataan sikap.

“Kami suku besar Moi merasa prihatin terhadap peristiwa tersebut sehingga kami perlu mengambil pertimbangan,” kata Kepala Suku Besar Moi Silkoflok Yermias Su ketika melakukan jumpa pers di Sekretariat Suku Besar Moi, Kabupaten Sorong, Selasa (20/2).

Dikatakan bahwa Masalah tersebut terjadi di lingkungan pemerintahan Provinsi Papua Daya yang seharusnya bisa diselesaikan secara baik oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

“Karena itu, saudara Yakob Kareth seyogyanya jangan mengambil sikap yang menyimpang dari tugas pokok sebagai seorang pejabat atau Staf ahli Gubernur terkait dengan kegiatan yang terjadi di lingkungan Biro Umum,” tegasnya.

Lanjutnya, bahwa Eda Doo adalah seorang perempuan Moi yang menduduki jabatan Eselon 2 yang merupakan representatif perempuan Moi di Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

“Terkait dengan tindakan Yakob Kareth dari sisi budaya adat suku Moi telah mencoreng citra suku besar Moi atau harga diri suku besar Moi,” tegasnya.

Dikatakan juga bahwa peristiwa ini tidak saja melibatkan Eda Doo, tetapi sudah melibatkan suku besar Moi.

“Sehingga kami orang Moi mengambil sikap atas poin-poin yang kami sampaikan tersebut,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Yang pertama, Kami meminta kepada Yakob Kareth untuk segera meminta maaf kepada Suku Besar Moi atas tindakan yang sangat tidak terpuji sebagai seorang pejabat ASN di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat Daya melalui media publik.
Kemudian, Segera menghentikan segala bentuk tindakan intimidasi tekanan atau ujaran kebencian terhadap anak adat kami Eda Doo.

Yang kedua, Kami mohon Bapak Pj Gubernur Papua Barat Daya untuk segera melakukan evaluasi kepada saudara Yakob Kareth sebagai pejabat staf ahli gubernur, yang seharusnya menjaga, memberi sikap teladan kepada masyarakat dan khususnya para ASN di lingkungan pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

ADVERTISEMENT

Yang ketiga, terkait 2 poin di atas apabila saudara Yakob Kareth tidak mengindahkan serta melaksanakan pernyataan yang kami sampaikan. Maka suku besar Moi akan melakukan pemalangan kepada semua sarana perkantoran dan atau aset pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Kemudian, Kami suku besar Moi akan menarik kembali tanah yang telah kami berikan untuk pembangunan Kantor Gubernur Papua Barat Daya.

“Saudara Yakob Kareth perlu merenungkan dan ingat hal ini bahwa kami suku besar Moi bukan penikmat, sekali lagi kami bukan penikmat di negeri kami sendiri,” katanya.

Dalam pernyataan sikap tersebut dikatakan bahwa Suku Besar Moi sudah menyerahkan Tanah ulayat untuk proses pembangunan nasional yang telah direncanakan semua masyarakat secara nasional dan berkontribusi aktif dalam membangun Provinsi Papua Barat Daya demi bangsa dan negara.

“Kami tegaskan dalam waktu 3 hari kedepan, jika tidak ditanggapi oleh Yakob Kareth dan Pj Gubernur Papua Barat Daya, maka kami suku besar Moi akan melakukan aksi pemalangan,” pungkasnya.
Ketua Dewan Adat Moi Pdt. Paulus Safisa menambahkan bahwa kata penikmat itu adalah kata yang tidak enak didengar.

“Sekali lagi kami bukan penikmat, kami menjadi korban di atas negeri kami sendiri. Maka kami tegaskan bahwa dari awal orang Moi turut berjuang untuk kehadiran Provinsi Papua Barat Daya,” tegasnya.

“Jadi saya minta Yakob Kareth untuk bertemu kepala sukunya, dan bertemu dengan kami agar kita duduk bicara bersama. Karena ini sudah melanggar adat,” pungkasnya.(zia)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Misi Kemanusiaan Pesawat Hercules TNI AU Mendarat di Nop Goliath Yahukimo

Next Post

Peringati Hari Baden Powell, Pemkot Gelar Perkemahan Wira Karya

Related Posts

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II
Berita Utama

MTQ Nasional XXXI Resmi Berakhir,  Papua Barat Daya Raih Harapan II

20 September 2026
57
4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI
Berita Utama

4 Cabang Lomba Masuk 10 Besar, Bahasa Arab Putera Papua Barat Daya Raih Harapan II MTQ Nasional XXXI

18 September 2026
125
MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga
Berita Utama

MTQ XXXI Resmi Dibuka,  2.242 Peserta Siap Berlaga

13 September 2026
30
Pawai Taaruf MTQ XXXI, Gubernur Papua Barat Daya Ikut Jalan Kaki dan Serahkan Mahkota Papua
Berita Utama

Pawai Taaruf MTQ XXXI, Gubernur Papua Barat Daya Ikut Jalan Kaki dan Serahkan Mahkota Papua

12 September 2026
83
Berikan Support, Gubernur Kunjungi Kafilah Papua Barat Daya
Berita Utama

Berikan Support, Gubernur Kunjungi Kafilah Papua Barat Daya

12 September 2026
43
Panitia MTQ Nasional XXXI Kagumi Kafilah Papua Barat Daya, Haerudin : Keren dan Luar Biasa
Berita Utama

Panitia MTQ Nasional XXXI Kagumi Kafilah Papua Barat Daya, Haerudin : Keren dan Luar Biasa

11 September 2026
164
Next Post
Peringati Hari Baden Powell, Pemkot Gelar Perkemahan Wira Karya

Peringati Hari Baden Powell, Pemkot Gelar Perkemahan Wira Karya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

FOPERA Desak Gubernur Pilih Sekda Papua Barat Daya dari OAP

FOPERA Desak Gubernur Pilih Sekda Papua Barat Daya dari OAP

22 September 2026
HUT ke-21, LPS Road Show Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah

HUT ke-21, LPS Road Show Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah

22 September 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!