SORONG – Dinas Kesehatan Kota Sorong (Kotsor) melakukan rapat bersama pihak rumah sakit swasta dan pihak rumah sakit milik pemerintah serta pihak Puskesmas se-Kota Sorong di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong. Rapat tersebut dalam rangka mengantisipasi kasus penyakit Hepatitis Akut.
Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jenny Isir, S.KM. Ia mengatakan, dalam rangka mengantisipasi isu perkembangan Hepatitis Akut yang tidak diketahui penyebabnya, Dinas Kesehatan Kota Sorong mengadakan rapat di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong.
“Kami mengundang semua Direktur Rumah Sakit Swasta dan RS Pemerintah serta 10 Kepala Puskesmas se-Kota Sorong. Rapat untuk menyampaikan kepada semua layanan kesehatan untuk melakukan kewaspadaan, kesiapsiagaan dalam rangka terjadinya kasus Hepatitis Akut ini,” katanya di Kantor Dinas Kesehatan Kota Sorong.
Dijelaskannya bahwa dari hasil rapat tersebut pihaknya telah membuat kesepakatan bersama semua layanan baik di rumah sakit dan Puskesmas untuk membentuk tim-tim kecil, yang di masing-masing layanan. Kemudian melakukan sosialisasi atau penyuluhan, baik kepada petugas kesehatan sendiri atau nakes di masing-masing layanan. Serta melakukan sosialisasi kepada pasien yang datang berobat maupun kepada masyarakat.
“Agar masyarakat dapat memahami atau mengetahui sehingga dapat mewaspadai. Rapat juga menyepakati bahwa setiap rumah sakit menyiapkan satu ruangan untuk perawatan jika ditemukan ada pasien yang dicurigai bergejala kasus hepatitis akut. Kemudian sarana prasarana alat pendukung lainnya. Dan juga tentunya penyakit Hepatitis Akut ini perlu dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Jadi pemeriksaan secara berjenjang. Kita berdoa bersama-sama agar tidak ada kasus Hepatitis Akut ini sampai di Kota Sorong,” jelasnya.
Jenny menyebutkan, Hepatitis Akut ini memiliki rentan usia dari 0-16 tahun. Adapun gejala yang ditemukan pada pasien dugaan Hepatitis Akut yakni demam, mual, muntah, lesu, lemas, hilang nafsu makan, diare akut, lemah, nyeri bagian perut, dan nyeri pada otot.
“Kami juga telah membahas dan mengecek ke semua layanan baik di rumah sakit dan Puskesmas. Apakah dalam satu bulan terakhir ini, ada pasien yang datang dengan gejala-gejala yang dicurigai mirip ke penyakit hepatitis akut ini. Rata-rata semua layanan belum menemukan kasus yang mengarah kepada Hepatitis Akut tersebut,” pungkasnya. (zia)














