
SORONG – Dinilai tidak mendukung pelayanan secara optimal, puluhan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Malawei meminta Pemerintah Kota Sorong agar mengganti Kepala Puskesmas Malawei. Hal tersebut dilakukan para nakes dengan melakukan unjuk rasa di depan Puskesmas Malawei yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (29/8).
Para nakes berharap agar Pemerintah Kota Sorong mengganti Kepala Puskesmas tersebut, jika tidak maka mereka akan melakukan mogok kerja.
“Kami tidak akan melakukan pelayanan lagi karena menurut kami, tidak ada gunanya pelayanan kalau tidak ada sesuatu yang lebih baik,” kata Penanggungjawab Mutu dan Ketua Tim Pengaduan Puskesmas Malawei, Diana Han, AMK.
Meski begitu, dari Pantauan Radar Sorong hingga saat ini pelayanan di Puskesmas Malawei masih tetap berjalan.
Ia mengatakan, bahwa aksi unjuk rasa tersebut menuntut agar Pemerintah Kota Sorong untuk mengganti Kepala Puskesmas Malawei, Alfiana Martha Udang,SE.MM
Mereka menilai pelayanan di Puskesmas tidak adanya peningkatan selama kepemimpinan Malawei Alfiana Martha Udang.
“Ada keluhan dari masyarakat tentang stok logistik. Nah, ini yang Kepala Puskesmas tidak mersepon sehingga kami minta diganti saja,” tegasnya kepada awak media.
Dikatakan juga bahwa banyak masukan dari pegawai yang tidak didengarkan dan ditindaklanjuti oleh Kepala Puskesmas tersebut.
Sehingga para Nakes sudah mengirim surat ke Dinas Kesehatan Kota Sorong tapi hingga sekarang belum juga merespon sehingga komitmen pegawai membuat aksi seperti ini.”Surat kami masuk sudah sebulan lalu,” jelasnya.
Dikatakan bahwa, pelayanan di Puskesmas Malawei dinilai tidak mengalami peningkatan. Sebagai bentuk kekesalan pegawai dilakukan unjuk rasa tersebut.
“Kualitas layanan dan pencapaian tidak signifikan dan tidak ada evaluasi dari Kepala Puskesmas. Pemkot Sorong bisa melihat ini, di mana kami ingin layanan ditingkatkan tapi tidak ada dukungan dari Kepala Puskesmas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas (Kapus) Malawei Alfiana Martha Udang,SE.MM ditemui di Ruang Kerjanya mengatakan bahwa selama ini dirinya telah berkerja sesuai petunjuk teknis (juknis).
“Saya rasa itu tidak benar. Saya rasa saya tidak merasa membuat kesalahan apapun, karena saya sudah melakukan sesuai dengan juknis ya,” katanya.
“Kalau pelayanan kurang mendukung, terus terang selama ini kami hanya dibantu oleh dana JKN dari BPJS Kesehatan. Tidak ada dana rutin satupun yang kami terima, mana bisa mencukupi kebutuhan Puskesmas,” sambungnya.
“Saya terus terang saja, kalau dana kurang mendukung itu bukan salah saya. Emangnya saya mau mengutang untuk melengkapi operasional Puskesmas, kan tidak,” pungkasnya.
Dirinya mengaku menunggu dana yang masuk hanya untuk mengelola dan semua sudah terkelola, terlebih menghadapi akreditasi saat ini.
“Ini kami diharapkan untuk bisa siap, sedangkan tidak ada dana satupun bisa membantu kami untuk operasional untuk akreditasi. Kepala Puskesmas ini sebenarnya pekerjaannya sangat rumit dan sangat banyak,” katanya.
“Karena program di Puskesmas ini sangat banyak, ketika ada program atau masalah nasional yang terjadi kita harus dituntut untuk tetap melaksanakan pelayanan itu. Walaupun kita tidak punya uang tetapi saya sebagai Kepala Puskesmas berusaha agar pelayanan tetap jalan,” pungkasnya.
Diketahui Kapus tersebut telah menjabat sejak tahun 2018.(zia)














