SORONG – Hari kedua pencarian Longboat beserta 4 korban yang hilang di perairan Raja Ampat belum menemukan titik terang (nihil). Demikian diungkapkan Kepala Pencarian dan Pertolongan SAR Sorong, Amiruddin A.S.,S.Sos kepada awak media, Selasa (5/7).
Amiruddin menjelaskan perkembangan operasi SAR pada kecelakaan kapal jenis longboat yang mengalami lost kontak dari Waisai menuju Pulau Ayau hingga Selasa (5/7) siang masih nihil. Proses pencarian dilakukan oleh dua tim yang terdiri dari tim 1 yakni 6 orang personel Pos SAR Raja Ampat.
“Mereka sudah melakulan penyisiran di bagian Timur Pulau Waisai hingga ke Kepulauan Ayau tetapi lanjut mencari hingga ke wilayah Barat Pulau Raja Ampat seperti Pulau Wayag,”jelasnya, kemarin
Sementara itu Tim dua yang terdiri dari 5 personel Polairud Polres Raja Ampat, 3 personel BPBD dan 1 orang masyarakat serta 1 orang keluarga korban melakukan penyisiran dibagian Barat Kepulauan Raja Ampat hingga ke Pulau Wayag.
“Karena, berdasarkan keterangan dari salah satu nelayan Pulau Wayag telah menemukan jerigen minyak yang digunakan oleh korban dalam perjalanan menuju Pulau Ayau, namun hingga siang hari ini pencarian masih nihil,”ungkapnya.
Sementara itu, dilihat dari pergerakan arus, mengarah ke perairan Ternate, Maluku Utara. Oleh sebab itu, SAR Sorong melakukan koordinasi dengan Basarnas Ternate untuk melakukan pemantauan dan pegawasan terkait kemungkinan korban sudah memasuki perairan Ternate.
“Kami sudah memapelkan maklumat pelayaran ke Navigasi untuk mewakilkan kapal-kapal yang melintas diperairan sekitar situ. Namun hingga siang ini masih nihil,”ujarnya.
Amiruddin menambahkan pengaruh cuaca sangat berdampak dalam pencarian khususnya di bagian utara yakni Samudera Pasifik ada peningkatan awan komonilimbus yang mengakibatkan tingginya curah hujan.
“Cuaca juga mempengaruhi visibility, karena dengan cuaca yang kurang bagus maka jarang padang kita secara otomatis akan terganggu.Apalagi siklon yang terjadi di perairan Samudera Pasifik bila hujan deras gelombang juga tinggi yang rata-rata mencapai 2 meter di lokasi pencarian,”ungkapnya.
SAR akan melakukan pencarian selama 7 hari sesuai SOP, bila ada tanda-tanda ditemukannya korban.
“Nanti kami akan melakukan evaluasi terkait kemungkinan masih ditemukannya keempat korban ini. Saat personel kembali, nanti kita akan lakukan briefing evaluasi terkait langkah yang harus diperbuat dengan durasi waktu yang sudah cukup lama sejak mereka meninggalkan Waisai yakni kurang lebih sekitar 7 hari,”paparnya.
Dikatakan Amiruddin, sebenarnya kendala yang pihaknya alami yakni susahnya komunikasi dengan pihak keluarga korban yang berada di Pulau Ayau lantaran tidak adanya signal. Selain itu keterlambatan informasi hilangnya korban.
“Sebenarnya jarak Waisai menuju Pulau Ayau kurang lebih 5 jam perjalanan ketika menggunakan longboat jika cuaca normal,”pungkasnya.(juh)















