SORONG– Sebanyak 14 ton produk perikanan hasil tangkapan nelayan Aruna dilepaskan untuk diekspor ke luar Negeri guna memenuhi permintaan pasar internasional. Pelepasan 1 kontainer produk perikanan berlangsung di Mako Lantamal XIV, Senin (6/6). Rencananya produk perikanan tersebut akan diekspor ke Amerika, Amerika Utara dan China.
Nelayan Aruna berada di wilayah Desa Sejahtera Astra Raja Ampat. Seperti ketahui, Aruna adalah sebuah perusahaan supply chain aggregator perikanan asal Indonesia yang berkomitmen untuk meringkas rantai pasok produk perikanan dengan menghubungkan nelayan skala kecil ke pasar global melalui teknologi.
Co-Founder & Chief Sustainability Officer (CSO) Aruna Utari Octavianty, menjelaskan bahwa pihaknya kembali menggelar kegiatan pelepasan kontainer produk perikanan setelah sebelumnya dilakukan pada bulan Februari lalu di Jawa Timur. Kali ini, sekitar lebih kurang 14 ton produk perikanan seperti rajungan, kepiting, lobster, cumi dan ikan siap dikirim untuk memenuhi permintaan pasar global.
”Kami juga ingin mempromosikan potensi hasil laut Indonesia serta membuktikan bahwa produk Indonesia mampu diterima dan bersaing di pasar global terlebih lagi ini adalah hasil tangkapan nelayan lokal,”jelasnya, kemarin.
Head of CSR Communication PT Astra International Tbk, Bima Krida Pamungkas menambahkan berdasarkan akumulasi, Aruna sejak tahun 2019 hingga 2022 sudah mengekspor sekitar 50 ton produk perikanan dengan total Rp 1.5 Milliar dengan Negara tujuan Amerika dan Canada.
”Di Papua ada 5 desa dimana 4 di Kabupaten Raja Ampat dan 1 di Biak. Dan untuk di tanah Papua, kami kembangkan 18 desa, dimana 14 di Papua dan 4 di Papua Barat. Aruna akan mengembangkan perluasan desa di kawasan Papua Barat, karena peningkatan pendapatan masyarakat mulai masif dimana sudah terserap 86 hingga 100 tenaga kerja dan pendapatan masyarakat Rp 3.6 juta perbulan,”terangnya.
Program desa akan berlangsung kurang lebih selama 3 tahun, untuk Papua Barat sudah masuk tahun kedua dan akan dilanjutkan hingga 2023, bila meningkat spesifikasi bisa ditambah untuk pengembangan desa ekspor 1 tahun lagi.
”Terkait anggaran kami sesuai kebutuhan pada masing-masing desa atau masyarakat. Karena kami fokus 4 hal yakni pelatihan dan pendampingan, penguatan kelembagaan, bantuan sarana dan prasarana,”ujarnya.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Drs. Syahrul, M.Si mengapresiasi Aruna dan PT. Astra International yang sudah membantu desa dengan mempercepat pembangunannya,
”Kita harap, proses ini dapat meningkatkan level pedesaan kita. Pertama, kita akan mengurangi proses urbanisasi kemudian tenaga-tenaga kerja di pedasaan lebih banyak yang terserap. Sehingga, kemiskinan di pedesaan bisa menurun,”ujarnya.
Kedua, jumalah kemiskinan paling tinggi terjadi di pedesaan lantaran banyak pengangguran. Oleh sebab itu, ia mendorong Aruna agar kedepan ini bisa berproses meningkatkan level pedesaan. Dan, yang penting menjadi perhatian bersama adalah adanya bisa kolaborasj dengan program pemerintah daerah.
Salah satu nelayan Rajungan asal Kampung Gol, Raja Ampat, Markus Viyai mengatakan, kendala yang ia hadapi adalah tidak ada penampungan, karena selama ini para nelayan akan melaut untuk mencari rajuan bilamana kapal Aruna sudah berada di desa.
”PerKg rajungan saat ini dibandrol dengan harga Rp 18 ribu, namun tidak masalah bagi masyarakat sebab Aruna beli di tempat dan masyarakat tidak perlu menyebrang laut,”ungkapnya seraya menambahkan sistem pencarian secara individu. Dan dari hasil rajungan biasa untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Turut hadir juga dalam kegiatan ini TNI Angkatan Laut, Panglima Komando Armada III-Laksamana Muda TNI Irvansyah, S.H., C.H.R.M.P., M.Tr (Opsla) dan TNI Angkatan Udara, Panglima Komando Operasi Udara III-Marsekal Muda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr. (Han) memberikan dukungannya dalam kegiatan pelepasan kontainer ini.
Panglima Komando Operasi Udara III-Marsekal Muda TNI Samsul Rizal, S.I.P., M.Tr. (Han) menambahkan TNI AU juga mendukung penuh kolaborasi yang berdampak positif ini untuk kesejahteraan masyarakat pesisir. ”Tentunya, kami bangga dan akan membantu suarakan pada dunia lewat udara inovasi teknologi dari Aruna Indonesia, perusahaan karya anak bangsa yang fokus membela rakyat dengan tetap mengembangkan industri penunjangnya,” tuturnya.
Secara khusus untuk sinergi ini, Aruna telah mensejahterakan lebih kurang 150 nelayan sekitar, 500 masyarakat pesisir terdampak dengan peningkatan pendapatan masyarakat hingga 4 kali lipat. Aruna akan terus berkomitmen untuk meningkatkan taraf hidup nelayan lokal dan juga membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai pihak manapun untuk memajukan ekosistem kelautan dan perikanan Indonesia. (juh)













