
SORONG – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Papua Barat Daya masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan dan dilantik pada Jumat (30/10/2026). Kepengurusan definitif tersebut dipimpin Michael Ricky Tanery sebagai Ketua Umum.
Pelantikan yang berlangsung di Kota Sorong itu dihadiri Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) POBSI beserta jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat Daya, Ketua Umum KONI Papua Barat Daya, serta sejumlah tamu undangan.
Ketua Panitia Pelaksana, Stenly Haurisa, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan PB POBSI tentang penetapan kepengurusan definitif. Dengan terbentuknya kepengurusan ini, POBSI Papua Barat Daya diharapkan memiliki legalitas formal dan kepastian dalam menjalankan roda organisasi serta pembinaan olahraga biliar di daerah.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Papua Barat Daya dalam sambutannya menegaskan bahwa olahraga biliar saat ini telah berkembang menjadi cabang olahraga prestasi yang membutuhkan disiplin, strategi, konsentrasi, dan ketahanan mental yang kuat.
KONI Papua Barat Daya juga berharap kepengurusan baru POBSI segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke enam kabupaten dan kota, mengoptimalkan pembinaan usia dini, melakukan pencarian bakat atlet lokal, serta menyelenggarakan kompetisi secara rutin.
Selain itu, pembinaan atlet diharapkan dilakukan secara sistematis dengan memanfaatkan pendekatan sport science guna mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah, Kejurnas, Pra-PON, PON hingga kompetisi internasional. Sinergi dengan pemilik arena, klub biliar, pemerintah, dan pihak sponsor juga dinilai penting untuk mendukung kemajuan cabang olahraga tersebut.
Ketua POBSI Papua Barat Daya, Michael Ricky Tanery, mengatakan bahwa dirinya menerima kepercayaan tersebut sebagai amanah dan tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga biliar di Papua Barat Daya.
“Bagi saya, terpilih sebagai Ketua POBSI Papua Barat Daya bukan sekadar kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan, kerja keras, dan komitmen untuk memajukan olahraga biliar di daerah yang kita cintai ini,” ujar Ricky.
Ricky menegaskan, tugas pengurus tidak hanya membentuk dan menjalankan organisasi, tetapi juga harus fokus membangun sistem pembinaan serta mencetak atlet-atlet berprestasi. Menurutnya, pembinaan atlet menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh jajaran pengurus.
“Kita tidak hanya berpikir bagaimana membentuk organisasi POBSI, tetapi juga harus memikirkan bagaimana membangun dan membina atlet. Kita juga harus mencari bibit-bibit muda serta menciptakan kompetisi yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Ia optimistis Papua Barat Daya memiliki banyak generasi muda berbakat yang berpotensi menjadi atlet biliar berprestasi. Namun, potensi tersebut membutuhkan kesempatan, pembinaan yang terarah, serta ruang untuk mengembangkan kemampuan.
Ricky mengakui, dalam mengembangkan olahraga biliar di Papua Barat Daya masih terdapat sejumlah tantangan, terutama keterbatasan fasilitas pendukung. Bahkan, hingga saat ini daerah tersebut belum memiliki meja snooker yang dibutuhkan untuk menunjang pembinaan atlet.
“Kita masih menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas, termasuk belum tersedianya meja snooker. Karena itu, kami akan berupaya membangun komunikasi dan mencari dukungan, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga melalui BUMN, BUMD, maupun perusahaan-perusahaan yang ada di Papua Barat Daya,” ungkapnya.
Meski demikian, Ricky meyakini berbagai tantangan tersebut dapat diatasi melalui kerja sama dan dukungan semua pihak. Ke depan, POBSI Papua Barat Daya akan berupaya membangun sistem pembinaan yang terarah, menyelenggarakan kejuaraan secara berkelanjutan, memperluas partisipasi generasi muda, serta mempersiapkan atlet terbaik untuk mengikuti berbagai kejuaraan resmi.
Di akhir sambutannya, Ricky menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin POBSI Papua Barat Daya selama empat tahun ke depan.
“Mari kita jaga kepercayaan ini dengan sesuatu yang nyata, bukan sekadar kata-kata. Bersama kita membangun POBSI Papua Barat Daya, bersama kita menciptakan atlet berprestasi, dan bersama kita buktikan bahwa Papua Barat Daya mampu melahirkan juara,” tutupnya.(zia)














