Kinerja Operasional Positif, TPK Sorong Perkuat Dukungan Kelancaran Logistik dan Pengendalian Inflasi di Kota Sorong

SORONG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Terminal Petikemas (TPK) Sorong terus menunjukkan kinerja operasional yang positif sekaligus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kelancaran arus logistik dan menjaga stabilitas pasokan kebutuhan pokok di Kota Sorong.

Hingga September 2026, TPK Sorong berhasil mencatatkan realisasi arus petikemas (throughput) sebesar 45.829 TEUs atau mencapai 103% dari target yang ditetapkan sebesar 44.580 TEUs. Capaian tersebut mencerminkan kinerja operasional yang positif serta komitmen perusahaan dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas pelayanan jasa kepelabuhanan.

Selain pencapaian throughput, TPK Sorong juga terus berupaya meningkatkan efektivitas pelayanan melalui percepatan port stay kapal dan cargo stay barang. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi proses pelayanan kapal, peningkatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan pelabuhan, serta penguatan efisiensi proses bongkar muat dan arus keluar masuk barang.

Percepatan port stay kapal dan cargo stay barang menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan kelancaran rantai pasok logistik, khususnya untuk wilayah Papua Barat Daya. Semakin efektif proses pelayanan di pelabuhan, semakin cepat pula distribusi barang dapat dilakukan sehingga ketersediaan berbagai kebutuhan masyarakat dapat tetap terjaga.Sejalan dengan upaya tersebut, TPK Sorong juga mengambil bagian dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Sorong sebagai bentuk dukungan Pelindo terhadap langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Terminal Head TPK Sorong, Ibu Welta Selfie, bersama Tim Pengendalian Inflasi Kota Sorong dalam kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pemantauan harga dan ketersediaan sejumlah komoditas kebutuhan pokok pada 28 Oktober 2026.

Kegiatan pemantauan dilaksanakan di Pasar Central (Pasar Temu Sorong) dan sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk Toko Saga Sorong. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan harga dan ketersediaan komoditas strategis seperti cabai rawit, minyak goreng, ikan, serta berbagai bahan pangan lainnya.

Sidak tersebut melibatkan sejumlah instansi dan pemangku kepentingan, yakni Kejaksaan Negeri Sorong, Perum Bulog Sorong, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Sorong, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Satgas Pangan Polres Sorong Kota.

Keterlibatan Pelindo dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan sektor kepelabuhanan terhadap upaya pengendalian inflasi daerah. Pasalnya, kelancaran aktivitas pelabuhan memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok dan distribusi barang, termasuk komoditas pangan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah Kota Sorong juga mengharapkan dukungan Pelindo melalui peningkatan efektivitas pelayanan dan percepatan port stay kapal maupun cargo stay barang dapat terus dilakukan. Kelancaran arus kapal dan barang di pelabuhan menjadi salah satu faktor pendukung penting dalam menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok, memperlancar distribusi logistik, serta meminimalkan potensi hambatan pasokan yang dapat berdampak terhadap perkembangan harga di masyarakat.

Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, menyampaikan bahwa capaian kinerja operasional perusahaan harus berjalan seiring dengan kontribusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Realisasi throughput hingga September 2026 yang mencapai 103% dari target merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Pelindo dan dukungan para pengguna jasa serta stakeholder kepelabuhanan. Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk melalui percepatan port stay kapal dan cargo stay barang, sehingga proses distribusi logistik dapat berjalan semakin efektif dan efisien,” ujar Welta Selfie.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pelindo melalui TPK Sorong memiliki komitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Sorong dan seluruh anggota TPID dalam mendukung pengendalian inflasi, khususnya dari sisi kelancaran distribusi logistik.

“Pelabuhan memiliki peran penting dalam menjaga konektivitas dan kelancaran distribusi barang, terutama untuk wilayah Papua Barat Daya yang memiliki ketergantungan terhadap pasokan logistik dari berbagai daerah. Oleh karena itu, dukungan kami tidak hanya berfokus pada pelayanan operasional pelabuhan, tetapi juga bagaimana memastikan arus barang dapat berjalan lancar sehingga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga. Kami berharap sinergi bersama Pemerintah Kota Sorong dan seluruh stakeholder dapat terus diperkuat dalam mendukung stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi daerah,” tambahnya.

Melalui capaian kinerja operasional yang positif dan partisipasi aktif dalam sinergi pengendalian inflasi daerah, TPK Sorong menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keunggulan operasional, memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder, serta memberikan kontribusi nyata bagi kelancaran distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi di Kota Sorong dan wilayah Papua Barat Daya.

Pelindo, Menghubungkan Nusantara, Menggerakkan Ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!