SORONG – Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menyalurkan bantuan makanan tambahan gizi dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 100 anak balita dan 103 ibu hamil di Kota Sorong, Papua Barat Daya, melalui program Srikandi Care 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Tongkonan, Kilometer 11,5 Kota Sorong, Kamis (22/10/2026), ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stunting.

Bantuan yang diberikan berupa paket gizi dan bahan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil serta bayi dan balita. Program tersebut menyasar total 203 penerima manfaat dengan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Robert Rumsaur, mengatakan PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur dan keandalan pasokan listrik, tetapi juga berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial.“Kami juga mempunyai kepedulian di sisi sosial, salah satunya lewat Srikandi PLN. Kami mencoba melayani masyarakat melalui program kesehatan ibu dan anak,” katanya.
Ia menjelaskan, kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan masyarakat harus berjalan beriringan dengan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan, khususnya di Tanah Papua.
Robert menambahkan, program kepedulian sosial PLN tidak hanya bersifat seremonial atau terpusat di satu wilayah, tetapi diharapkan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau masyarakat di berbagai daerah.“Kami berharap kehadiran PLN dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya melalui terangnya lampu di rumah-rumah, tetapi juga melalui peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Srikandi PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Henny Widiyanti, SH., MM., mengatakan program Srikandi Care merupakan bagian dari Srikandi Movement yang diinisiasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pemberdayaan dan aksi sosial.
Henny menjelaskan, pada 2026 Srikandi PLN memilih program yang berfokus pada peningkatan kesehatan, pengurangan risiko stunting, serta pemenuhan gizi ibu dan anak.“Program ini kami laksanakan karena kami meyakini bahwa kesehatan ibu dan anak merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. Anak-anak yang tumbuh dengan baik hari ini adalah bagian dari masa depan Papua dan Indonesia,” katanya.
Henny mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan penerima manfaat sekaligus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan dan masa pertumbuhan anak.
Menurut Henny, penanganan masalah gizi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.“Kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat, sehingga upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkesinambungan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pdi., MM., mengapresiasi pelaksanaan program Srikandi Care sebagai salah satu bentuk keterlibatan sektor swasta dalam mendukung upaya penanganan stunting di Papua Barat Daya.
Wagub mengatakan, penanganan stunting membutuhkan langkah komprehensif dan terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota, hingga mitra pembangunan serta sektor terkait.
Menurut Wagub, persoalan stunting, kemiskinan, dan gizi buruk masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama. Kondisi sosial ekonomi keluarga, terutama di wilayah kampung, turut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Wagub menilai, edukasi mengenai pola hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang perlu terus diperkuat, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Selain itu, keaktifan Posyandu di setiap kampung dan desa juga perlu dipastikan agar pelayanan kesehatan dasar dapat menjangkau masyarakat.
Wagub berharap, melalui kolaborasi berbagai pihak, pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini sehingga tumbuh kembang anak terlindungi dan angka stunting di Papua Barat Daya dapat terus ditekan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi Lobat, S.KM., M.AP., yang hadir mewakili Wali Kota Sorong, mengatakan Pemerintah Kota Sorong mengapresiasi kepedulian PLN terhadap kesehatan ibu dan anak.“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta. Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT PLN melalui Srikandi PLN yang telah menunjukkan kepedulian kepada ibu hamil dan bayi serta balita di Kota Sorong,” katanya.
Jemima mengungkapkan, berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kota Sorong, jumlah bayi dan balita di wilayah tersebut mencapai 26.549 anak, sedangkan jumlah ibu hamil tercatat sebanyak 5.499 orang. Dari jumlah bayi dan balita tersebut, terdapat 422 kasus stunting, 104 kasus gizi buruk, dan 338 kasus gizi kurang.
Jemima menjelaskan, bantuan Srikandi Care kali ini disalurkan secara khusus kepada ibu hamil serta bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Sorong Timur.
Menurut Jemima, keterlibatan PLN melalui program kepedulian sosial menjadi dukungan bagi pemerintah dalam memperkuat upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan stunting dan penanganan masalah gizi.“Penanganan stunting dan persoalan gizi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara melalui program kepedulian sosial dan tanggung jawab perusahaan,” ujarnya.
Jemima berharap, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.“Kami berharap gerakan positif yang dilakukan PLN ini tidak hanya saat ini, tetapi bisa terus berlanjut. Semoga menjadi contoh dan motivasi bagi BUMN maupun pihak lain melalui program CSR untuk bersama-sama membantu masyarakat,” tutup Jemima.
Salah satu penerima manfaat, Sania, seorang ibu menyusui, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN untuk mendukung kebutuhan anaknya.“Terima kasih banyak kepada PLN sudah memberikan kami bantuan ini untuk anak kami,” kata Sania.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UIW Papua dan Papua Barat, Dhana Adhipratama, Manager UP3 Sorong, Deny Muhamad Abrar, Kepala Distrik Sorong Timur, Kepala Puskesmas Sorong Timur beserta jajaran tenaga kesehatan, keluarga besar Srikandi PLN, serta para penerima manfaat.
Melalui program Srikandi Care, PLN berharap kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga upaya pemenuhan gizi dan pencegahan stunting di Papua Barat Daya dapat berjalan secara berkelanjutan.(zia)













