SORONG-Pengajian rutin bulanan yang digelar Kelompok Kerja (Pokja) Majelis Taklim Kementerian Agama Kota Sorong, di Masjid Al Akbar Kota Sorong, Jumat (28/8/2026) diikuti dengan penuh antusias oleh ratusan ibu-ibu majelis taklim.

Dengan menghadirkan Adul Kadir Wakano, SH, MH sebagai penyaji materi, rangkaian pengajian rutin diawali dengan bersalawat secara bersama-sama yang dipimpin Ketua Pokja MT Kemenag Kota Sorong, Hj Hanifah Abdul Karim.

Menyampaikan materi bertajuk “Penyusunan Program dan Kurikulum”, Abdul Kadir Wakano menjelaskan betapa pentingnya Majelis Taklim memiliki perencanaan yang kemudian diikuti dengan menyusun program untuk dilaksanakan.
“Program yang dibuat itu hendaknya sesuai atau bisa diterima oleh anggota majelis taklim, “tandas Abdul Kadir Wakano.
Agar Majalis Taklim bisa berkembang, maka perlu memahami masalah yang dihadapi jemaah. Ia pun mencontohkan tingginya tingkat perceraian di Pengadilan Agama Sorong yang tahun lalu mencapai hingga 300 kasus.
Dengan adanya kondisi ini, maka majelis taklim bisa berperan dalam menyusun program terkait bagaimana mengatasi perceraian dengan memberikan bekal pengetahuan agama kepada para jemaahnya.
“Perceraian bukan saja yang pernikahan baru, tapi ada yang sudah usia 20-30 tahun terjadi perceraian. Nah ini harus dibangun kesadaran lewat majelis taklim dibuat suatu program,”ujar Wakano.
Memasuki sesi tanya jawab, jemaah Pokja Majelis Taklim tampak begitu antusias untuk menyampaikan pertanyaan.
Saat maju bertanya, salah satu jemaah memberikan apreseasi kepada Pokja karena Ia menilai pengajian rutin yang digelar Pokja MT Kemenag Kota Sorong kali ini benar-benar bermanfaat karena ada tambahan pengetahuan yang dibawa pulang oleh ibu-ibu majelis taklim.
Bahwa anggota majelis taklim tidak hanya datang, ikuti pengajian setelah itu pulang dan selesai. Untuk memberikan manfaat bagi jemaahnya, Abdul Kadir Wakano mengatakan kurikulum yang disusun perlu dibuat secara sistematis dan terarah.
Dalam hal ini materi pengajian tidak hanya itu-itu saja hingga membuat jemaah bosan, tapi ada hal-hal baru yang membuat jemaah lebih bersemangat untuk terus datang ke pengajian majelis taklim. (ros)














