SORONG – Asosiasi Pengusaha Perumahan Indonesia (Apperindo) Papua Barat Daya dan Papua Barat mulai mempersiapkan pembangunan Sentral Pengentasan Kemiskinan dan Kebangkitan Ekonomi Suku Bangsa Komunitas Adat Terpencil (KAT) Papua di Kampung Posa, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Jumat (19/6/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam bidang perumahan rakyat dan pengentasan kemiskinan.Persiapan pembangunan ditandai dengan kegiatan penyiapan dan penimbunan lahan yang dilakukan secara swadaya oleh para pengusaha lokal bersama duta pembangunan ekonomi masyarakat adat Papua. Kawasan yang dibangun nantinya akan menjadi pusat pengentasan kemiskinan sekaligus pusat kebangkitan ekonomi masyarakat adat Papua.
Ketua DPPP Apperindo Papua Barat Daya dan Papua Barat, Ofni Yosua Klasjok, melalui Sekretaris II DPPP Apperindo Papua Barat dan Papua Barat Daya, Edison H.A. Kambu, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adat Papua.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Wakil Presiden atas dukungan terhadap program strategis nasional yang bertujuan mengentaskan kemiskinan serta membangkitkan ekonomi masyarakat adat Papua,” kata Edison.
Menurut Edison, kawasan yang dibangun akan dilengkapi pasar rakyat, pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, serta kantor Apperindo Papua Barat Daya dan Papua Barat yang berpusat di Distrik Klamono. Selain itu, Apperindo juga menyiapkan pembangunan 1.200 unit rumah sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.
Pembangunan rumah tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Sebanyak 400 unit ditargetkan dibangun pada September hingga Desember 2026, kemudian 400 unit pada Januari hingga April 2027, dan 400 unit berikutnya pada Mei hingga Juli 2027. Dengan total 1.200 unit rumah, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok Komunitas Adat Terpencil di Papua.
Lahan tahap awal yang dipersiapkan memiliki luas sekitar 100 x 100 meter dan diproyeksikan mampu menampung sekitar seribu orang. Kawasan tersebut juga direncanakan menjadi lokasi peluncuran program pada 10 Agustus 2026 yang dijadwalkan dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia.
Selain pembangunan kawasan perumahan di Distrik Klamono, Apperindo juga merencanakan pengembangan kawasan serupa di Distrik Klasafet dan Distrik Malabotom, sebelum diperluas ke Distrik Klawak dan Distrik Wemak. Organisasi tersebut juga mengusulkan pembangunan infrastruktur kawasan pedesaan dan transmigrasi, termasuk pembangunan 80 unit Rumah Nelayan Merah Putih Tradisional bagi masyarakat KAT Papua di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong.
Ofni Yosua Klasjok menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan langkah awal untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat adat Papua. Menurutnya, masyarakat Papua harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi di tanahnya sendiri.
“Di atas tanah ini saya, Ofni Yosua Klasjok telah meletakkan dasar batu peradaban kebangkitan ekonomi bagi suku bangsa dan Komunitas Adat Terpencil Papua. Kami percaya masyarakat Papua harus bangkit dan memimpin pembangunan ekonomi bagi suku bangsa kami sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, semangat pembangunan tersebut terinspirasi dari pesan sejarah Pendeta I.S. Kijne yang disampaikan di Aitumeri pada 25 Oktober 1925. Pesan tersebut dinilai masih relevan sebagai motivasi bagi generasi Papua untuk membangun daerah secara mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.(zia)















