SORONG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta Universitas Muhammadiyah Sorong meluncurkan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat), sebagai bagian dari upaya memperluas penerapan nilai-nilai ekonomi halal di Papua Barat Daya.
Deputi Perwakilan BI Papua Barat, Arif Rahadian, menjelaskan bahwa inisiatif Zona KHAS merupakan proyek percontohan yang diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah di Papua Barat Daya.”Zona KHAS ini bukan hanya sekadar area kuliner, tetapi model ekosistem halal yang mengintegrasikan tiga nilai utama halal, aman, dan sehat.
Program ini menjadi bagian dari upaya kami bersama KDEKS dan pemerintah daerah untuk memperkuat ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal,” ujarnya, Selasa (11/11).
Arif menambahkan, inisiatif tersebut sejalan dengan cetak biru pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia yang mencakup empat pilar utama: penguatan ekonomi halal, pendalaman pasar keuangan syariah, pengembangan keuangan sosial syariah, serta penguatan riset dan edukasi.
Sementara itu, Asisten II Pemprov Papua Barat Daya, Jhony Way, menyebut bahwa daerah ini memiliki potensi besar untuk pengembangan ekonomi halal, terutama di sektor kuliner, pariwisata, dan industri kreatif.“Kuliner dan produk lokal kita memiliki peluang luar biasa. Dengan sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat, saya yakin Sorong bisa menjadi pusat ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran Universitas Muhammadiyah Sorong yang menjadi pelopor pengembangan Zona KHAS, sekaligus pusat edukasi halal dan inovasi bisnis berbasis nilai-nilai Islam.
Kemudian, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Papua Barat Daya, Eksan Musa’ad, menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal merupakan langkah strategis dalam membangun ekonomi daerah yang berdaya saing.“Melalui Zona KHAS, kita berupaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar nasional dan global,” ujarnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong Muhammad Ali menyambut baik kegiatan tersebut.”Zona KHAS makna dari kualitas dari segi prosesnya, jenis barangnya. Termasuk ketika di proses barang jaminan kesehatan yang ada dan aman atau tidak. Jadi halal itu adalah memang sesuai dengan standar dari sisi kesehatan, dari sisi prosesnya, dan sebagainya,” katanya.(zia)
















