KASIM – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU VII Kasim mendapat kunjungan kerja dan rapat dengar pendapat dari Komisi II DPRD Provinsi Papua Barat Daya pada Senin (22/9). Kegiatan ini bertujuan memperkuat fungsi pengawasan DPR PBD terhadap perusahaan strategis yang beroperasi di wilayah Papua Barat Daya.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Papua Barat Daya, Jamalia Tafalas, didampingi Wakil Ketua dan seluruh anggota komisi.
Jamalia menegaskan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan Kilang Kasim sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
“Kolaborasi antara Kilang Kasim dan Komisi II DPRD Papua Barat Daya sangat krusial. Melalui fungsi pengawasan, kami ingin berbagi informasi terkait operasional, target produksi, hingga kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sekaligus memastikan bahwa operasional perusahaan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata Jamalia.
Sementara itu, General Manager PT KPI RU VII Kasim Yodia Handhi Prambara menyampaikan paparan mengenai pencapaian operasional perusahaan, program tanggung jawab sosial (TJSL), serta rencana pengembangan ke depan.
Ia menegaskan bahwa transparansi dan komunikasi terbuka menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan Komisi II DPRD Papua Barat Daya ini. Kami percaya bahwa setiap langkah perusahaan harus membawa manfaat maksimal bagi semua pihak,” tegasnya.
Rombongan Komisi II DPRD Papua Barat Daya juga meninjau langsung fasilitas kilang untuk memahami proses pengolahan minyak mentah menjadi produk siap pakai.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara DPRD dan RU VII Kasim dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai bagian dari PT KPI, RU VII Kasim menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia dengan berlandaskan prinsip Environment, Social, and Governance.
RU VII Kasim berkomitmen untuk terus beroperasi secara profesional dalam mewujudkan visi sebagai perusahaan kilang minyak dan petrokimia berkelas dunia, berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial, serta memiliki tata kelola yang baik.(zia)















