
SORONG-Dalam rangka merayakan 1 tahun lahirnya atau hadirnya Provinsi Papua Barat Daya , 3 tim Perjuangan Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya menggelar Ibadah Syukuran di Gedung LJ Kantor Wali Kota Sorong, Jumat (8/12).
Dari pantauan Radar Sorong, ibadah syukuran setahun PBD dirayakan secara sederhana dan khidmat.Kemudian dilakukan pemotongan kue ulang tahun dipasangi lilin dengan angka nomor 1.
Pada prosesi pemotongan kue HUT dilakukan oleh Pj Sekda PBD Edison Siagian serta Ketua Tim Presidium Pembentukan PBD Yosafat Kambu, Ketua Tim Deklarator Bernard Jitmau dan Ketua Tim Percepatan Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Lambert Jitmau.
Ketua Tim Percepatan Pembentukan Provinsi PBD, Lambert Jitmau menegaskan bahwa kehadiran Provinsi Papua Barat Daya tidak turun dari langit. Provinsi Papua Barat Daya hadir karena perjuangan.
“Barang ini tidak turun dari langit begitu saja. Tapi melalui perjuangan. Orang lain tidak mungkin mampu membicarakan mimpi orang lain. Jadi Provinsi ini hadir untuk mensejahterakan masyarakat yang ada di Provinsi Papua Barat Daya. Jadi mari kita bersatu membangun Provinsi Papua Barat Daya,” tegasnya.
Ketua Tim Presidium Pembentukan PBD, Yosafat Kambu mengatakan semua pihak harus bersyukur atas lahirnya Provinsi Papua Barat Daya.
“Karena kehadiran Provinsi Papua Barat Daya atas campur tangan Tuhan,” tegasnya.
Hal senada dikatakan, Ketua Tim Deklarator, Bernard Jitmau bahwa karena ada sejarah dan aturan, sehingga otsus dan Provinsi Papua Barat Daya hadir.
Salah satu tokoh Pemekaran Provinsi PBD, Yacob Kareth menegaskan bahwa tanggal 8 Desember adalah hari yang diperingati sebagai HUT PBD. Hal ini karena pada tanggal tersebut, Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi PBD disahkan oleh DPR RI.
“Tanggal 8 Desember adalah hari yang bersejarah bagi kami pejuang PBD. Pada tanggal tersebut, perjuangan kami selama 16 tahun, akhirnya membuahkan hasil. Oleh karena itu, kami menganggap tanggal 8 Desember sebagai hari jadi PBD. Sehingga hari ini kami laksanakan ibadah syukuran,” katanya.
Tim Deklarator Yanto Ijie menambahkan bahwa Perayaan Ibadah Syukuran tersebut tidak dirayakan semeriah mungkin.
“Kami melihat pemerintah tidak begitu serius untuk menyambut perayaan ibadah syukuran pada tanggal 8 Desember ini. Provinsi ini tidak datang saja tapi provinsi ini hadir karena perjuangan. Nah, diharapkan pada perayaan HUT PBD maka mereka harus memberikan santunan kepada para pejuang pemekaran yang telah meninggal dunia,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Provinsi Papua Barat Daya Edison Siagian mengatakan bahwa, berkat kerja keras para pejuang dan tokoh menghadirkan Provinsi Papua Barat Daya membuahkan hasil.
“Seperti diketahui bersama perjalanan terbentuknya daerah otonomi baru sampai terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya tidak begitu saja jatuh dari langit, tapi dengan perjuangan yang panjang para tokoh-tokoh dengan mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran serta biaya yang cukup besar,” katanya.
“Saya pribadi, pemerintah dan masyarakat papua barat daya memberikan ucapan terima kasih terkhusus kepada para tokoh pejuang yang tergabung baik dalam tim deklarator, tim presidium, tim percepatan serta masyarakat yang juga turut berkontribusi baik langsung dan tidak langsung sehingga terbentuklah provinsi papua barat daya,” sambungnya.
Pj Sekda berharap kedepan diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat untuk saling bahu membahu dalam bergotong royong melakukan pembangunan demi kemajuan dan kemakmuran semua masyarakat Provinsi Papua Barat Daya.
“Selain kerjasama yang baik, diperlukan juga sikap saling percaya baik antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat. Karena dengan sikap saling percaya, maka pembangunan dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan. Sehingga kita dapat mengejar kemajuan provinsi ini, agar dapat setara dengan provinsi lain yang sudah ada,” pungkasnya.(zia)















