SORONG-Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong memusnahkan 51 Kg daging babi terinfeksi virus demam babi atau disebut African Swine Fever (AFV) asal Manado, Sulawesi Utara. Tak hanya itu, sejumlah hewan dan tumbuhan tanpa identitas juga turut dimusnahkan dengan cara dibakar.
Pemusnahan daging babi itu dengan cara dibakar, selain itu petugas pemusnahan wajib menggunakan alat pelindung diri (APD).
Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I B Sorong, I Wayan Kartanegara menjelaskan pemusnahan daging babi sebanyak 51 Kg ini usai dilakukan tindakan karantina berupa pemeriksaan di laboratorium dan ternyata daging babi tersebut terinfeksi virus demam babi.
“Awalnya, kita periksa daging babi dan diagnosa laboratorium bahwa daging babi ini positif mengandung penyakit demam babi sehingga harus segera dimusnahkan agar tidak menyebar,” jelasnya kepada awak media, Selasa (12/9).
I Wayan menambahkan daging babi itu berasal dari Sulawesi Utara yang dipesan oleh WB untuk acara kedukaan. I Wayan menambahkan, WB juga diperiksa guna mengetahui terkait tempat ia memesan daging babi tersebut.
“Daging babi itu dipesan WB dari Manado untuk di masak di acara kedukaan. Kami memang sudah dengar isu-isu bahwa di sana sudah tertular penyakit AFS, oleh karenanya kami melakukan pengetatan pengawasan yang setiap ada daging babi yang berasal dari Sulawesi Utara,” ungkapnya.
Selain daging babi, sambung I Wayan sejumlah hewan dan tumbuhan juga ikut dimusnahkan karena tidak dilengkapi dengan dokumen maupun persyaratan yang telah ditentukan. Hewan tersebut adalah ayam 2 ekor asal Pelabuhan Laut Bintuni, ayam 3 ekor asal Bau-Bau, Burung dara 2 ekor asal Surabaya, 10 Kg daging ayam asal Ambon dan 1 pohon bibit pisang asal Bula.
“Seluruh hewan dan tumbuhan dibawa dari daerah asal dengan tujuan Sorong ada yang diketahui identitasnya dan tidak diketahui identitasnya. Kami musnahkan karena melanggar persyaratan pemasukan dan pengeluaran yang telah diatur dalam UU nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina, hewan, tumbuhan dan ikan,” pungkasnya. (rin)














