SORONG-Komando Armada III resmikan Kampung Bahari Nusantara TNI Angkatan Laut di Kelurahan Katinim, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Senin (15/5). Kampung Bahari tersebut sudah terbentuk kurang lebih 3 tahun lamanya.
Peresmian Kampung Bahari dilaksanakan secara serentak, yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin. Yang disaksikan secara daring, salah satunya di Kampung Bahari Nusantara TNI AL, Koarmada III.
Kampung Bahari Nusantara dihuni 1000 jiwa dimana rata-rata mata pencarian masyarakat setempat adalah nelayan dan bertani.
Panglima Koarmada (Pangkoarmada) III, Laksamana Muda TNI Agus Hariadi menjelaskan terbentuknya kampung Bahari Nusantara sudah tiga tahun berlangsung. Saat ini, pihaknya berupaya semakin meningkatkan kualitas penyajian dan pelayanan kepada seluruh masyarakat di Kampung Bahari.
Panglima melanjutkan, ada 5 klaster yang menjadi perhatian TNI Angkatan Laut di kampung tersebut. Yakni, ekonomi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, pertahanan dan keamanan.
“Kebijakan pimpinan, bahwa keberadaan TNI AL dimanapun berada dalam bentuk apapun harus bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya.Kami juga sangat menjunjung tinggi prinsip yang sudah diajarkan ke kami, bahwa kami sangat pantang menyakiti hati rakyat dan merugikan rakyat,”jelasnya kepada awak media.
Pangkoarmada III menambahkan di wilayah Papua, terdapat 12 Kampung Bahari, salah satunya di Koarmada III, Lantamal XIV, dan sebagainya. Kampung Bahari dibawa binaan Dinas Potensi Maritim Angkatan Laut (Dispotmal).
“Adanya kampung Bahari ini, karena secara menyeluruh di Sorong perikanan sangat tinggi baik udang, kepiting, ikan cakalang dan ikan tuna pun banyak,”ujarnya.
Selain dari segi bahari, pariwasta, pendidikan juga menjadi poin penting.
“Objek wisata kita ini minin promosi, padahal di sini bisa menyelam, mancing sehingga semua bisa dikelolah. Kita jangan jadi penonton saja tetapi jadi pelaku ekonomi,”paparnya.
Selain itu, potensi Hutan Manggrove juga menjadi daya tarik wisatawan.
“Makanya, kami juga lakukan penanaman bibit manggrove, karena banyak pohon Manggrove kita yang rusak entah karena abrasi, human error ataupun penebangan dan sebagainya. Sehingga habitan laut yang ada di pinggir pantai berpindah ke tempat lain,”ungkapnya.
Ia juga memperhatikan bidang pendidikan dimana nantinya ada program khusus yang akan ditawarkan kepada siswa, baik pengembangan diri dan sebagainya.
“Membaca buku cerita agar menciptakan minat belajar membaca guna meminimalisir kecintaan anak-anak akan handphone. Kami masih perlu kembanhkan lagi dan terus mengevaluasi sasaran mana yang paling cepat untuk dirasakan oleh masyarakat di desa Katinim ini,”pungkasnya.(rin)












