SORONG- Wanita lanjut usia (Lansia) inisial MK (70) ditemukan tewas terbakar di samping rumahnya di Km 14, Kota Sorong. Mayat wanita ditemukan dengan keadaan tengkurap dan dipenuhi luka bakar.
Kapolresta Sorong Sorong, Kombes Pol Happy P. Yudianto menjelaskan sekitar pukul 07.00 WIT, pihaknya mendapatkan laporan dari salah seorang saksi bahwa telah ditemukan adanya manusia yang terbakar. Selanjutnya, Polsek Sorong Timur menunu lokasi TKP di jalan Rambutan, Km 14, Kota Sorong.
“Mayat berinisial MK berusia 70 tahunan. Berdasarkan keterangan saksi di TKP, korban membakar diri namun kami akan memastikan. Apakah benar membakar diri atau penyebab yang lain,”jelasnya.
Dikatakan Happy, mayat korban ditemukan dalam keadaan gosong atau menghitam. Akibat, bahan bakar yang membakar adalah minyak tanah. Akan tetapi, pihaknya akan mendalami dahulu.
“Akan kami pastikan dulu ada tindak pidana atau tidak,”ungkapnya.
Selain itu, sambung Happy pihak keluarga akan membawa mayat korban untuk di makamkan. Tetapi, terlebih dahulu dibuatkan Laporan polisi dari pihak keluarga.”Dari pihak keluarga membawa pulang kami persilahkan. Dan kita juga memerlukan surat pernyataan keluarga untuk tidak diautopsi,”tuturnya.
Keluarga Korban, Yohanes Yumame mengatakan pihak keluarga menolak tindakan autopsi. Lantaran keluarga telah mengetahui penyebab kematian korban.
“Kasus kematian kakak kami, kami serahkan ke Polres untuk mengurus korban. Tidak usah autopsi karena kejadiannya murni kami sudah tahu, akibat kompor yang meledak,”ungkapnya.
Lebih lanjut, Yohanes mengungkapkan agar pihak kepolisian Yohanes mengungkapkan, informasi yang keluarga terima bahwa korban sebelum kejadian sedang mengisi minyak tanah ke dalam kompor, lalu kompor meledak dan mengenai saudara perempuannya tersebut.
“Tadi, kami menerima telepon dari keluarga, bahwa saudara perempuan kami bakar diri, dalam arti korban mau isi minyak tanah di kompor dan lalu menyalakan korek dan tiba-tiba meledak,”ungkapnya.
Yohanes menambahkan semasa hidup, korban memiliki keterbatasan tetapi masih bekerja di kebun.
“Mama ini cacat, di kaki dan tangan, tapi masih bisa bergerak pergi ke kebun mencari sayur untuk jual di Pasar Remu,”pungkasnya.(rin).













