SORONG-Koordinator Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay datangi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Daya menyerahkan surat penunjukkan. Selasa (9/5).
Tidak sendiri, Korwil DAP Wilayah III Doberay didampingi Kuasa Hukum dan perwakilan masyarakat adat se Sorong Raya.
Koordinator Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Ronal Kondjol menjelaskan kedatangannya untuk menyerahkan surat penunjukkan dari Ketua DAP Wilayah III Domberai kepada Kesbangpol Papua Barat Daya.
“Surat penunjukkan ini menegaskan bahwa saya telah ditunjuk dari Ketua Umum DAP menjadi Koordinator DAP Wilayah III Doberay guna menjaga tanah Papua dan Orang Papua, khususnya di Sorong Raya,”jelasnya kepada awak media.
Dikatakan Ronal, wilayah Adat III Doberay terdiri dari 2 provinsi, Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya.
“Hari ini kami membawa surat kepada Kesbangpol sekaligus menjadi pemberitahuan pemerintah bahwa DAP Wilayah III Doberay hanya 1 dan berada di Manokwari, Papua Barat,”tuturnya.
Ronal menegaskan wilayah adat III Doberay, tidak bisa dipimpin oleh yang bukan masyarakat adat dari DAP Wilayah III Doberay. Dalam pedoman dasar menjamin yang berhak menjadi ketua dewan adat suku adalah masyarakat adat dari suku tertentu.
“Dan yang berhak menjadi dewan adat daerah adalah masyarakat adat yang dari daerah ataupun wilayah tersebut. Sedangkan masyarakat yang berasal dari suku lain tidak boleh dan tidak berhak secara konstitusional orang Papua tidak dijamin. Oleh sebab itu kami menegaskan kepada pemerintah provinsi melalui Kesbangpol bahwa DAP Wilayah III Doberay, saya yang ditunjuk sebagai Korwil DAP III Doberay,”tegasnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum DAP, Nando Ginuni menambahkan oknum-oknum yang mengaku sebagai ketua DAP Wilayah III Doberay. Agar tidak menggunakan masyarakat adat untuk perkaya diri sendiri.
“Kami adalah orang asli Domberai, kami tidak ingin membuat stigma perbedaan untuk anak-anak adat. Namun karena kami kaget ada oknum yang mengatasnama DAP dan membuat perpecahan adat,”terangnya
Nando juga menyinggung perihal laporan terhadap anak adat asli Doberay dengan tuduhan mencemarkan nama baik.
“Tidak ada pencemaran nama baik, melainkan hanya mengajak anak adat di Wilayah III Doberay bahwa tidak boleh orang lain dari daerah lain yang pimpin,”tuturnya.
Nando bahkan tegas menantang agar oknum tersebut datang dan berdebat bersama anak adat Doberay.
“Jangan bermain politik yang kurang bagus Kalau mau maju dan mau menjadi apapun itu urusan anda tugasnya kita adalah hanya menjaga wilayah ini sehingga jangan sampai orang masuk,”ungkapnya.
Nando menyentil bahwa Ketua DAP saat ini berdomisili di Sangging, Manokwari dan tinggal di dalam rumah adat.
“Ketua Dewan Adat tinggal di rumah adat di Sangging, Manokwari, bukan di Kontrakan Adat. Saya juga mau sampaikan,
Kesbangpol jangan terlalu cepat menerima pendaftaran ataupun pemberitahuan yang mengatasnamakan DAP Wilayah III Doberay,”pungkasnya.(rin)











